Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Selasa, 03 Mei 2011

Tahlilan dan Yasinan adalah Sunnah bukan Bid'ah

بسم الله الر ححمن الرحيم
Akhir Akhir  ini umat Islam mungkin telah lelah dengan polemik klassik yang terjadi di Indonesia diantaranya masalah yasinan dan tahlilan. Silang pendapat antara pihak yang setuju bahkan membudayakan yasinan dan tahlilan, dengan Pihak yang tidak setuju dengan yasinan tahlilan bahkan menganggap bahwa tahlilan dan yasinan adalah perkara bid’ah dan kesesatan,hingga saat ini  masih terjadi,yang menjadi korban adalah masyarakat ‘awam yang belum  faham devinisi  bid’ah dan belum menyadari bahwa semua yang dibaca dan yang dilakukan didalam pelaksanaan tahlilan dan yasinan memiliki landasan hukum baik dari Al Quran atau Al Hadits.

Dimana-mana baik di dalam pengajian-pengajian umum, ta’lim-ta’lim rutin setiap kali membicarakan bid’ah maka pasti yasinan dan tahlilan menjadi contohnya. Mereka mengatakan bahwa yasinan dan tahlilan adalah bid’ah dholalah karena tidak pernah ada contohnya dari Rasulullah dan para sahabat, yasinan dan tahlilan adalah budaya hindu yang dimodifikasi dengan ajaran Islam, bahkan yasinan dan tahlilan sudah mengarah kepada kesyirikan,dan pelakunya terancam masuk kedalam Neraka.

Sebelum kita berani mengatakan bahwa tahlilan dan yasinan adalah bid’ah,ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui/mencari tahu devinisi Bid’ah menurut para ‘ulama, kemudian kita mencari tahu devinisi tahlilan dan yasinan,setelah kita tahu devinisi keduanya baru kita menyimpulkan apakh tahlilan dan yasinan termasuk bid’ah dholalah,atau sunnah.?
DEVINISI BID’AH
Imam Syafi’i rahimahullah,seorang ‘ulama besar pendiri madzhab syaafi’iyyah,mendefinisikan, bid’ah sbb,
ما أحدث يخالف كتابا أو سنة اأو أثرا أو اجماعا, فهذه البدعة الضلالة. وما أحدث من الخير, لا خلاف فيه لواحد من هذه الأصول, فهذه محدثة غير مذمومة.
“ Bid’ah adalah apa-apa yang diadakan yang menyelisihi kitab Allah dan sunah-NYA, atsar, atau ijma’ maka inilah bid’ah yang sesat. Adapun perkara baik yang diadakan, yang tidak menyelisihi salah satu pun prinsip-prinsip ini maka tidaklah termasuk perkara baru yang tercela.”

Imam Ibnu Rojab rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul “ Jami’ul Ulum wal Hikam “ mengatakan bahwa bid’ah adalah,
ما أُحْدِثَ ممَّا لا أصل له في الشريعة يدلُّ عليه ، فأمَّا ما كان له أصلٌ مِنَ الشَّرع يدلُّ عليه ، فليس ببدعةٍ شرعاً ، وإنْ كان بدعةً لغةً ،

“ Bid’ah adalah apa saja yang dibuat tanpa landasan syari’at. Jika punya landasan hukum dalam syari’at, maka bukan bid’ah secara syari’at, walaupun termasuk bid’ah dalam tinjauan bahasa.”

Dalam definisi bid’ah yang dikemukakan oleh para ulama’ di atas, bukankah bisa difahami bahwa perkara baru atau perkara yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW itu dibagi dua yaitu perkara baru yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam syare’at dan perkara baru yang ada dasarnya dalam syare’at. Ibnu Rojab menegaskan bahwa perkara baru yang ada dasarnya dalam syare’at, itu tidak bisa dikatakan bid’ah secara syare’at walaupun sebenarnya ia termasuk bid’ah secara bahasa, dan jika suatu amalan dianggap bid’ah secara bahasa,tapi tidak secara syare’at,maka amalan tersebut boleh dilakukan,selagi tidak ada nash yang nyata nyata melarangnya.

Setelah kita tahu devinisi bid’ah menurut para ‘ulama,sekarang mari kita lihat devinisi tahlilan dan yasinan.

DEFINISI TAHLILAN DAN YASINAN
Kata Tahlilan berasal dari bahasa Arab tahliil (تَهْلِيْلٌ) dari akar kata:
هَلَّلَ – يُهَلِّلُ – تَهْلِيْلا
yang berarti mengucapkan kalimat: لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ . Kata tahlil dengan pengertian ini telah muncul dan ada di masa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, sebagaimana dalam sabda beliau:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى .رواه مسلم
“ Dari Abu Dzar radliallahu 'anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda: "Bahwasanya pada setiap tulang sendi kalian ada sedekah. Setiap bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap bacaan tahmid itu adalah sedekah, setiap bacaan TAHLIL itu adalah sedekah, setiap bacaan takbir itu adalah sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar itu adalah sedekah, dan mencukupi semua itu dua rakaat yang dilakukan seseorang dari sholat Dluha.” (Hadits riwayat: Muslim).

sedangkan yasinan adalah acara membaca surat yasin yang biasanya juga dirangkai dengan tahlilan. Di kalangan masyarakat Indonesia istilah tahlilan dan yasinan populer digunakan untuk menyebut sebuah acara dzikir bersama, doa bersama, atau majlis dzikir. Singkatnya, acara tahlilan, dzikir bersama, majlis dzikir, atau doa bersama adalah ungkapan yang berbeda untuk menyebut suatu kegiatan yang sama, yaitu: kegiatan individual atau berkelompok untuk berdzikir kepada Allah SWT, Pada hakikatnya tahlilan/yasinan adalah bagian dari dzikir kepada Allah SWT


2. Dalil-dalil tentang dzikir bersama

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ مُعَاوِيَةُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ: مَا أَجْلَسَكُمْ ؟. قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا. قَالَ: آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ. قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ . رواه أحمد و مسلم و الترمذي و النسائي

“ Dari Abu Sa'id al-Khudriy radliallahu 'anhu, Mu'awiyah berkata: Sesungguhnya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam pernah keluar menuju halaqah (perkumpulan) para sahabatnya, beliau bertanya: "Kenapa kalian duduk di sini?". Mereka menjawab: "Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah dan memujiNya sebagaimana Islam mengajarkan kami, dan atas anugerah Allah dengan Islam untuk kami". Nabi bertanya kemudian: "Demi Allah, kalian tidak duduk kecuali hanya untuk ini?". Jawab mereka: "Demi Allah, kami tidak duduk kecuali hanya untuk ini". Nabi bersabda: "Sesungguhnya aku tidak mempunyai prasangka buruk terhadap kalian, tetapi malaikat Jibril datang kepadaku dan memberi kabar bahwasanya Allah 'Azza wa Jalla membanggakan tindakan kalian kepada para malaikat". (Hadits riwayat: Ahmad, Muslim, At-Tirmidziy dan An-Nasa`iy).

Jika kita perhatikan hadits ini, dzikir bersama yang dilakukan para sahabat tidak hanya sekedar direstui oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi Nabi juga memujinya, karena pada saat yang sama Malaikat Jibril memberi kabar bahwa Allah 'Azza wa Jalla membanggakan kreatifitas dzikir bersama yang dilakukan para sahabat ini kepada para malaikat.

Sekarang marilah kita perhatikan hadits berikut ini

عَنِ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ أَنَّهُ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ. رواه مسلم

"Dari Al-Agharr Abu Muslim, sesungguhnya ia berkata: Aku bersaksi bahwasanya Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudzriy bersaksi, bahwa sesungguhnya Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak duduk suatu kaum dengan berdzikir bersama-sama kepada Allah 'Azza   wa Jalla, kecuali para malaikat mengerumuni mereka, rahmat Allah mengalir memenuhi mereka, ketenteraman diturunkan kepada mereka, dan Allah menyebut mereka dalam golongan orang yang ada disisiNya". (Hadits riwayat Muslim)
dan masih banyak lagi hadts hadits shohih yang menjelaskan tentang ke utamaan dzikir berjama’ah.
3. DASAR - DASAR BACAAN YANG ADA DALAM ACARA YASINAN DAN TAHLILAN

Seluruh bacaan dan dzikir yang kita baca dalam yasinan dan tahlilan semua mengandung ke utamaan – ke utamaan,dan Rosululloh SAW sendiri menyuruh  kita untuk membacanya.

Bacaan-bacaan yang selalu dibaca dalam acara tahlilan yaitu:

1. Membaca Surat Al-Fatihah.

Dalil mengenai  keutaman Surat Al Fatihah:

Sabda Rosululloh SAW.
Artinya: "Dari Abu Sa`id Al-Mu'alla radliallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al-Qur'an, sebelum engkau keluar dari masjid?". Maka Rasulullah memegang tanganku. Dan ketika kami hendak keluar, aku bertanya: "Wahai Rasulullah! Engkau berkata bahwa engkau akan mengajarkanku surat yang paling agung dalam Al-Qur'an". Beliau menjawab: "Al-Hamdu Lillahi Rabbil-Alamiin (Surat Al-Fatihah), ia adalah tujuh surat yang diulang-ulang (dibaca pada setiap sholat), ia adalah Al-Qur'an yang agung yang diberikan kepadaku".
(Hadits riwayat: Al-Bukhari).

2. Membaca Surat Yasin.

Dalil mengenai keutamaan Surat Yasin.
Sabda Rosuululloh SAW
“Artinya”Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu., ia berkata: "Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca surat Yasin di malam hari, maka paginya ia mendapat pengampunan, dan barangsiapa membaca surat Hamim yang didalamnya diterangkan masalah Ad-Dukhaan (Surat Ad-Dukhaan), maka paginya ia mendapat mengampunan". (Hadits riwayat: Abu Ya'la). Sanadnya baik. (Lihat tafsir Ibnu Katsir dalam tafsir Surat Yaasiin)

Rosululloh SAW juga bersabda,
Artinya“ Dari Ma'qil bin Yasaar radliallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Bacalah Surat Yaasiin atas orang mati kalian" (Hadits riwayat: Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Sabda Rosululloh SAW,
Artinya“ Dari Ma'qil bin Yasaar radliallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Surat Al-Baqarah adalah puncak Al-Qur'an, 80 malaikat menyertai diturunkannya setiap ayat dari surat ini. Dan Ayat laa ilaaha illaa Huwa Al-Hayyu Al-Qayyuumu (Ayat Kursi) dikeluarkan lewat bawah 'Arsy, kemudian dimasukkan ke dalam bagian Surat Al-Baqarah. Dan Surat Yaasiin adalah jantung Al-Qur'an, seseorang tidak membacanya untuk mengharapkan Allah Tabaaraka wa Ta'aalaa dan Hari Akhir (Hari Kiamat), kecuali ia diampuni dosa-dosanya. Dan bacalah Surat Yaasiin pada orang-orang mati kalian".
(Hadits riwayat: Ahmad)

3. Membaca Surat Al-Ikhlash.

Dalil mengenai keutamaan Surat Al-Ikhlash.
Rosululloh SAW bersabda,
Artinya“ Dari Abu Said Al-Khudriy radliallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabatnya: "Apakah kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?". Maka mereka merasa berat dan berkata: "Siapakah di antara kami yang mampu melakukan itu, wahai Rasulullah?". Jawab beliau: "Ayat Allahu Al-Waahid Ash-Shamad (Surat Al-Ikhlash maksudnya), adalah sepertiga Al-Qur'an"
(Hadits riwayat: Al-Bukhari).

Imam Ahmad meriwayatkan:

Artinya“ Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mendengar seseorang membaca Qul huwaAllahu Ahad (Surat Al-Ikhlash). Maka beliau bersabda: "Pasti". Mereka (para sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang pasti?". Jawab beliau: "Ia pasti masuk surga".
(Hadits riwayat: Ahmad).





4. Membaca Surat Al-Falaq
5. Membaca Surat An-Naas

Dalil keutamaan Surat Al-Falaq dan An-Naas.

Artinya“ Dari Aisyah radliallahu 'anhaa, "bahwasanya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bila merasa sakit beliau membaca sendiri Al-Mu`awwidzaat (Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas), kemudian meniupkannya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah aku yang membacanya kemudian aku usapkan ke tangannya mengharap keberkahan dari surat-surat tersebut".
(Hadits riwayat: Al-Bukhari).

6. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 1 sampai 5
7. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 163
8. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)
9. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 284 sampai akhir Surat.

Dalil keutamaan ayat-ayat tersebut:

Artinya"Dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu, ia berkata: "Barangsiapa membaca 10 ayat dari Surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka setan tidak masuk rumah itu pada malam itu sampai pagi, Yaitu 4 ayat pembukaan dari Surat Al-Baqarah, Ayat Kursi dan 2 ayat sesudahnya, dan 3 ayat terakhir yang dimulai lillahi maa fis-samaawaati..)" (Hadits riwayat: Ibnu Majah).

10. Membaca Istighfar ,

Dalil keutamaan membaca istighfar:

Allah SWT berfirman:
 "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat". (QS. Huud: 3)

Sabda Rosululoh SAW.
“ Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu : Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Demi Allah! Sungguh aku beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepadaNya lebih dari 70 kali dalam sehari". (Hadits riwayat: Al-Bukhari).

Sbda Rosululloh SAW.
“ Dari Al-Aghar bin Yasaar Al-Muzani radliallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaNya seratus kali dalam sehari". (Hadits riwayat: Muslim).

11. Membaca Tahlil : لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ
12. Membaca Takbir : اَللهُ أَكْبَرُ
13. Membaca Tasbih : سُبْحَانَ اللهِ
14. Membaca Tahmid : الْحَمْدُ للهِ

Dalil mengenai keutamaan membaca tahlil, takbir dan tasbih:
Sabda Rosululloh SAW.
Artinya“ Dari Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhumaa, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik Dzikir adalah ucapan Laa ilaaha illa-Llah, dan sebaik-baik doa adalah ucapan Al-Hamdi li-Llah". (Hadits riwayat: At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Sabda Rosululloh SAW.
Artinya“ Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan kebaikan dan disukai oleh Allah Yang Maha Rahman, yaitu Subhaana-Llahi wa bihamdihi, Subhaana-Llahi Al-'Adzim".( Hadits riwayat: Al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).
Sabda Rosululloh.
Artinya“ Dari Abu Dzar radliallahu 'anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda: "Bahwasanya pada setiap tulang sendi kalian ada sedekah. Setiap bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap bacaan tahmid itu adalah sedekah, setiap bacaan tahlil itu adalah sedekah, setiap bacaan takbir itu adalah sedekah, dan amar makruf nahi munkar itu adalah sedekah, dan mencukupi semua itu dua rakaat yang dilakukan seseorang dari sholat Dluha.” (Hadits riwayat: Muslim).
Demikianlah dalil-dalil yang biasa dipakai sebagai dasar dilaksanakanya amal tahlilan dan yasinan oleh kaum muslimin yang mendukung tahlilan dan yasinan. Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengajak pembaca sekalian harus setuju dengan tahlilan dan yasinan, tetapi lebih sebagai keprihatinan penulis terhadap kondisi umat Islam khususnya di Pulau Batam, yang saling menyalahkan, membid’ahkan bahkan sampai mengkafirkan satu sama lain. Padahal ini hanya disebabkan  perbedaan-perbedaan pendapat para ‘ulama kita, yang para ulama itu sendiri sebenarnya sangat longgar dalam mensikapinya. Tahlilan dan yasinan adalah salah satu amalan yang selalu dicecar dengan kata-kata sesat, bid’ah bahkan sampai kekafiran. Dan bisa dikatakan bahwa di Batam ini, tahlilan dan yasinan menjadi icon tudingan bid’ah oleh semua pihak yang tidak setuju dengan tahlilan dan yasinan. Setiap pembicaraan bid’ah, ahli bid’ah, menyalahi sunah, sesat dan lain sebagainya pasti menjadikan yasinan dan tahlilan sebagai contohnya.

Satu hal yang harus kita ingat,
Bahwa menjadikan tahlilan dan yasinan sebagai icon tudingan bid’ah , telah menyebabkan kaum muslimin lalai terhadap masalah-masalah yang lebih penting dan prinsipil, seperti pemikiran aqidah yang jelas-jelas kebid’ahan dan kesesatanya yang juga berkembang pada hari ini. Kaum muslimin lalai bahwa di negeri ini ajaran syi’ah dan ahmadiyah terus merangkak maju dan berkembang dengan doktrin dan komunitasnya yang semakin hari semakin kuat. Kaum muslimin juga lalai bahwa kesesatan dan kemusyrikan yang hakiki di abad modern ini, yakni materialisme dan hedonisme, telah menggerogoti ketauhidan dan arti nilai ketuhanan yang bersemayam di hati manusia secara luas. Kaum muslimin juga lalai bahwa saat ini banyak sekali muncul kelompok-kelompok sempalan yang mengusung pemahaman sesat dan sangat jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya seperti jama’ah salamullah, agama baha’iyah ingkarus sunah dan lain-lainya.
Mudah-mudahan tulisan yang sangat sederhana ini bisa mengembalikan semangat kaum muslimin yang setuju dengan YASINAN DAN TAHLILAN,dan bagi kaum muslimin yang ANTI YASINAN DAN TAHLILAN,mudah-mudahan bisa menjaga amanah Allah yang berupa lidah,sehingga ia tidak menjadi sebab binasanya sang pemilik lidah itu sendiri.
Wallahu a’lamu bisshowab.


97 komentar:

genggongku mengatakan...

bung... ente juga tunjukin dong, imam 4 madzhab juga melaksanakan "kebaikan" tersebut supaya ada balanced-nya.. sebuah arloji yang terbuat dari emas akan dan pasti terlihat jelek dan tidak berharga jika di pasang di pergelangan kaki.... [semoga ente tahumaksud saya] jazakallah kharian katsira...

PECINTA BID'AH mengatakan...

sblm sy bls lbh lnjt coment anda.ana mau tanya anda termasuk yg setuju / tidk?krn WKT sy mampir di blog anda sy tdk menemukan apapun yg menggmbrkan pemahaman anda.trms sdh mampir

dinda mengatakan...

jelaslah yg namanya ayat Allah apapun itu pasti baik adanya. yg jadi ga baik kalo itu dikirimkan kpd org yg sdh meninggal dgn tujuan meringankan kuburnya, menambah pahalanya dll. Useless. Hanya doa anak soleh lah satu2nya doa yg sampai selain ilmu dan amal.

Zamzami Saleh mengatakan...

hmm tulisan yang bagus...Semoga suatu saat mereka yang belum tahu cara penggalian hukum dan ijtihad , bisa tahu kenapa para ulama menghukum ini dan itu...

oh ya buat "Dinda" kayak nya baca Majmu' fatawa nya Ibn Taymiyah deh...biar tahu pendapat beliau soal doa dan bacaan al-qur'an yang dikirimkan pahala dan manfaatnya buat yang telah meninggal... (takutnya kalau sya suruh baca Azkarnya Imam nawawi atau buku2 syafi'iyah lainnya malah nyangka saya orang fanatik banget)

putralinuz mengatakan...

Bacaan Qur'an, bacaan tahlil adalah HAQ. Mengirimkan bacaan itu dan dihadiahkan kepada orang mati adalah BATIL. Janganlah yang haq dicampur dengan yg batil. Semoga Allah menunjukkan kita jalan yang lurus.

abu gosong mengatakan...

kerjakan aja yang udah pasti di sunahkan , rosululloh adalah kekasih alloh ,. klau rosul kerjakan ya kerjakan klau rosul enggak ya enggak usah ,... masih banyak sunnah rosul yang blm kita kerjakan ngapain harus kerjakan hal yang blm tau pasti perintahnya, lebih baik kita kerjakan sunnah rosull yang ringan , yang udah pasti jelas pahalanya

AdiT's InVincibLe mengatakan...

Bro,, kalo hal itu emg bai pastilah Rasulullah sudah melakukannya dluan...
Ga mgkin rasulullah lupa untuk ngelakuin sesuatu yg baik pas ada org meninggal..
Para ulama juga banyak yg membid'ahkan tahlilan dan yasinan saat ada org mati..
Daripada nanti dilema di antara jalan kesesatan.. lebih baik ambil aman,, tinggalin aja perkara yg ga ada contoh dr Rasulullah,,,

cahayaonline mengatakan...

ane ikut sundull pendapat agan andit sama agan abu gosong, islam itu mudah....jangan dipersulit (bukan berarti menyepelekan atau menggampangkan ajaran islam, kasian bagii sodara2 kita yang masih awam (termasuk saya)

trimaksih banyak untuk agan agan dia atas untuk bagi ilmunya

Muslim Bersatu mengatakan...

Bagus tulisannya,,, Alhamdulillah sekarang saya lebih paham mengenai Yasin & Tahlil, insyaallah BUKAN BID'AH
Mohon berbagi ilmunya ya,,, maklum saya masih awam

Masnun Tholab mengatakan...

Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm berkata :
وأحب لجيران الميت أو ذي قرابته أن يعملوا لأهل الميت في يوم يموت وليلته طعاما يشبعهم فإن ذلك سنة وذكر كريم وهو من فعل أهل الخير قبلنا وبعدنا لأنه لما جاء نعي جعفر قال رسول الله صلى الله عليه وسلم اجعلوا لآل جعفر طعاما فإن قد جاءهم أمر يشغلهم
Dan saya menyukai apabila tetangga si mayit atau kerabatnya membuat makanan untuk keluarga mayit pada hari meninggal dan pada malam harinya yang dapat menyenangkan mereka, hal itu sunah dan merupakan sebutan yang mulia, dan merupakan pekerjaan orang-orang yang menyenangi kebaikan, karena tatkala datang berita wafatnya Ja’far, maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena telah datang kepada mereka urusan yang menyibukkan”

Masnun Tholab mengatakan...

Imam Nawawi Asy-Syafi’i dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab menjelaskan :قال صاحب الشامل وغيره وأما اصلاح اهل الميت طعاما وجمع الناس عليه فلم ينقل فيه شئ وهو بدعة غير مستحبة هذا كلام صاحب الشامل ويستدل لهذا بحديث جرير بن عبد الله رضى الله عنه قال " كُنَّا نَعُدُّ الْاِجْتِمَاعِ إلى أهلِ الْمَيِّتِ وصُنَّعَةُ الطَّعَامِ بَعْدَ دَفْنِهِ من النِّيَاحَةِ " “Penulis kitab Asy-Syamil mengatakan, ‘Adapun menyiapkan makanan bagi keluarga yang berduka dan mengumpulkan orang-orang kepadanya, itu tidak pernah diriwayatkan sama sekali’”
Dia menambahkan, ‘Hal ini bid’ah dan tidak dianjurkan, sebagaimana yang telah dipaparkan’.
Demikianlah perkataan Pengarang kitab Asy-Syamil berdasarkan hadits dari Jarir bin Abdullah Bajali, dia berkata, “Kami (para sahabat) berpendapat bahwa berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit dan membuat makanan sesudah penguburannya termasuk ratapan”

Yadie Kasalo mengatakan...

dulu jaman khalifah Utsman bin affan, abdullah bin saba seorang rahib yahudi yang datang ke Madinah dari negeri yaman membuat onar, heboh bin kacau dengan cara menghasut dan mengajak orang2 mencari2 kesalahan khalifah an menjelek-jelekan beliau padahal Nabi saw sendiri memuliakannya. Tidak lain abdullah bin saba itu bertujuan biar terjadi kekacauan diantara kaum Muslimin dan kehancuran Islam.
Sekarang anak cucu abdullah bin saba memeruskan moyangnnya itu berusaha mengusik umat Islam dengan cara mencari2 kesalahan cara2 beribadah dengan membolak-balikan dalil dengan bersenjatakan istilah BID'AH. Tujuannya apa anak cucu abdullah bin saba itu? Sama biar umat Islam kacau dan ujungnya mereka berharap agar terjadi perpecahan diantara umat Islam dan kehancuran Islam.
Udaaah.... gak usah dengerin ocehan anak cucu abdullah bin saba itu......! yang biasa tahlilan terusin......! yg biasa yasinan terusin.....! yang biasa maulid terusin.....!

Yadie Kasalo mengatakan...

AdiT's InVincibLe mengatakan...

[quote] Bro,, kalo hal itu emg bai pastilah Rasulullah sudah melakukannya dluan...
Ga mgkin rasulullah lupa untuk ngelakuin sesuatu yg baik pas ada org meninggal..
Para ulama juga banyak yg membid'ahkan tahlilan dan yasinan saat ada org mati..
Daripada nanti dilema di antara jalan kesesatan.. lebih baik ambil aman,, tinggalin aja perkara yg ga ada contoh dr Rasulullah,,,[/quote]

ya udah kalo begitu sampean gak usah sholat taraweh berjamaah sebulan full di masjid pada bulan romadhon, dan gak usah baca mushaf Al Qur'an yah....? karena nabi gak pernah lakuin taraweh berjamaah sebulan penuh di masjid juga gak pernah baca mushaf utsmani.

Masnun Tholab mengatakan...

Al-Bakri Dimyati Asy-Syafi’i Dalam Kitab I’anatut Thalibin menguraikan :
ويكره لاهل الميت الجلوس للتعزية، وصنع طعام يجمعون الناس عليه، لما روى أحمد عن جرير بن عبد الله البجلي، قال: كنا نعد الاجتماع إلى أهل الميت وصنعهم الطعام بعد دفنه من النياحة، ويستحب لجيران أهل الميت - ولو أجانب - ومعارفهم - وإن لم يكونوا جيرانا - وأقاربه الاباعد - وإن كانوا بغير بلد الميت - أن يصنعوا لاهله طعاما يكفيهم يوما وليلة، وأن يلحوا عليهم في الاكل. ويحرم صنعه للنائحة، لانه إعانة على معصية.
Dimakruhkan bagi keluarga mayit untuk duduk-duduk berta’ziyah, dan membuat makanan supaya orang-orang berkumpul kesitu. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dari Jarir bin Abdullah Bajali, dia berkata, “Kami (para sahabat) berpendapat bahwa berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit dan membuat makanan sesudah penguburannya termasuk ratapan”. Dan disunnahkan bagi tetangga keluarga mayit – walau tetangga jauh – dan kenalan mereka, meskipun bukan tetangga, dan kerabatnya yang jauh, meskipun tidak di negeri si mayit, membuatkan makanan untuk keluarganya yang bisa mencukupi mereka sehari semalam. Dan haram membari makan kepada wanita yang meratap, karena hal tersebut membantu perbuatan maksiat. [I’anatut Thalibin 2/145]

Yadie Kasalo mengatakan...

Masnun Tolab, dalam tulisan yg sampan kemukakan di atas tidak ada satupun kata yang menyatakan larangan untuk bertahlilan. tahlilan yang dilazimkan pada saat terjadi kematian itu bukanlah acara makan-makan, atau pun membuat makanan supaya orang-orang berkumpul kesitu, seperti yg sampean duga. dari sekian komentar anda di atas selalu dikemukakan dalil tentang mengeluarkan makanan. seolah-olah yg namanya tahlilaln di mata anda hanya makan-makan. Tahlilan itu bukan acara makan-makan seperti yg sampean duga Mas. Tahlilan yg diadakan saat ada kematian adalah berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih,
Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain sambil berdoa kepada Allah agar Allah memberikan ampunan atas dosa2 yg telah dilakukan si mayit pada saat hidupnya, diringankan siksa kuburnya, diluaskan dan diterangkan kuburnya dengan cahaya surga. dijauhkan dari panasnya neraka. dll doa untuk (ruh)si mayit. serta mendoakan agar keluarga yg ditinggalkan dapat lebih tabah dan dikuatkan imannya.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, bahwa Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

Jadi sekali lagi, tahlilan itu bukan acara makan-makan yah mas Tholab, kalo gak percaya coba deh sampean ikut acara tahlilan yg diadakan masyarakat saat ada kematian, sampean akan melihat orang2 pada baca surat Yasin, baca tahlil, tahmid, tasbih sholawat dll bacaan yg di anjurkan Rasulullah saw untuk banyak-banyak dibaca. Dan hal ini satu pun tidak ada dijumpai larangan. kecuali membaca ditempat2 yang kotor dan najis. kalo ada makanan ato cemilan (pacetan kata orang jawa) dateng disajikan, coba sampean tanya kepada keluarga mayit yg ditinggal mati, siapa yg menyediakan cemilan itu?

Satu lagi buat orang yang anti tahlilan, tolong cariin satu ayat Al Quran atau satu/sepotong hadis yang melarang orang membaca Al Quran, bacaah tahlil, tahmid, tasbih, sholawat di rumah orang yang sedang berkabung karena ditinggal mati salah satu anggota keluarganya.

0766aeea-5ef8-11e1-9557-000bcdcb471e mengatakan...

masak urusan ibadah tanya larangan sih.. coba kamu akikah di hari ke 9 atau ke 10. atau sholat subuh 5 rakaat, apa ada laranganya? kalau urusan ibadah cari tuntunan (dalilnya)yang sesuai, sedangkan urusan dunia cari larangannya ada apa tidak. misalnya kita mabuk (urusan dunia) kita dilarang karena ada ayat yang melarang kita untuk mabuk (minum khamar).

Yadie Kasalo mengatakan...

pak 0766aeea-5ef8-11e1-9557-000bcdcb471e, yg dimaksud urusan dunia menurut anda itu apa? kenapa anda memisahkan urusan dunia dg urusan ibadah? hal ini tidak tepat. karena urusan dunia ada yg bernilai ibadah dan ada yg bernilai maksiat. kalo ibadah dipisahkan dg kemaksiatan, ini baru tepat.
saya bingung dg penalaran bapak ini. bapak ini bilang: kalau urusan ibadah cari tuntunan (dalilnya)yang sesuai, sedangkan urusan dunia cari larangannya
yg namanya ibadah itu sudah jelas dasar hukumnya. karena ibadah itu adalah nilai suatu perbuatan atau amal yg akan mendapat pahala dari Allah dan sudah jelas dasar hukumnya. sampai kapan pun yg namanya (perbuatan atau amal) yg bernilai ibadah jika dicari larangannya sudah pasti kagak bakalan ketemu. Karena ibadah itu wujud dari kepatuhan terhadap Allah dan Rasulnya. kalo anda tanya larangan shalat subuh yg dilaksanakan dg 5 lima rakaat ada apa tidak?, silahkan tanyakan langsung kpd ustad anda. kalo tidak ada larangannya berarti boleh dan sah shalat subuh dg 5 rakaat. (sampean bisa dibilang wong gemblung kalo shalat subuh 5 rakaat)
nah pada awal tulisan komentar anda di atas, anda bilang: masak urusan ibadah tanya larangan sih.. , berarti anda setuju dengan tulisan saya pada komentar di atas, bahwa membaca Al Quran, bacaah tahlil, tahmid, tasbih, sholawat di rumah orang yang sedang berkabung karena ditinggal mati salah satu anggota keluarganya. termasuk ibadah bukan bid,ah yg sesat.

satu lagi, anda juga mengatakan: sedangkan urusan dunia cari larangannya ada apa tidak. misalnya kita mabuk (urusan dunia) kita dilarang karena ada ayat yang melarang kita untuk mabuk (minum khamar). melihat tulisan ini keliatannya anda lebih suka menggunakan istilah urusan dunia untuk menyebut kemaksiatan atau perbuatan dosa.
Yg namanya perbuatan dosa ato maksiat so pasti sudah jelas larangannya. jika anda belum tahu bentuk larangannya dan kepengin tahu, silahkan cari. Misalnya minum khomer, ini sudah jelas hukumnya yaitu haram. dan perkara yg haram itu pasti sudah jelas dilarang untuk dilakukan atau dijalani atau diamalkan. Bagi orang awam seperti saya dan anda, yg bukan seorang mujtahid ya tidak wajib mencari dan mengetahui secara jelas bentuk atau bunyi ayat ato haditsnya yg dijadikan dasar hukum. asal tahu bahwa khomer itu haram itu sudah cukup.

0766aeea-5ef8-11e1-9557-000bcdcb471e mengatakan...

menurut anda "yg namanya ibadah itu sudah jelas dasar hukumnya. karena ibadah itu adalah nilai suatu perbuatan atau amal yg akan mendapat pahala dari Allah dan sudah

jelas dasar hukumnya. sampai kapan pun yg namanya (perbuatan atau amal) yg bernilai ibadah jika dicari larangannya sudah pasti kagak bakalan ketemu". Berbicara dasar

hukum apakah membaca Al Quran, bacaah tahlil, tahmid, tasbih, sholawat di rumah orang yang sedang berkabung karena ditinggal mati salah satu anggota keluarganya,

pernah dilakukan Nabi serta para Sahabat? tentunya jika perbuatan demikian baik pasti Nabi telah melakukan hal tersebut.karena Nabi tidak menuntunkan kepada kita maka

sebaiknya kita juga tidak melakukan yang Nabi tidak lakukan.Memang membaca Membaca Tahlil,Takbir, Tasbih,Tahmid sangat baik dan dianjurkan seperti sabda Nabi:

عن جابر بن عبد الله قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (( أفضل الذكر: لا إله إلا الله, وأفضل الدعاء: الحمد لله)) .

Artinya: "Jabir bin Abdullah berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Sebaik-baik bacaan dzikir adalah: Laa ilaaha illallaah (tidak ada Tuhan selain Allah).

Dan sebaik-baik dua adalah: alhamdulillaah (segala puji bagi Allah)" (HR. Turmudzi dan Imam Turmudzi berkata: "Haditsnya Hasan Gharib").

“Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Alloh (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab, 33:42).

namun tidak ada satu Hadist pun apalagi Ayat yang menyatakan bahwa Nabi membaca Al Qur'an dan Dzikir ketika ada orang meninggal atau dalam peringatan yang berhubungan

dengan kematian. Dalam urusan ibadah tata cara dalam melakukannya pun sudah diatur oleh Allah serta Nabi, jadi kita jangan membat aturan-aturan sendiri yang dianggap

baik namun tidak pernah dicontohkan Rasulullah.

sejak Nabi wafat Islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi..
Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan telah Kuredai Islam itu menjadi agama bagimu. ” (QS

aI-Maidah, ayat 3.)

Sementara itu sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam: “Sesungguhnya siapa di antara kamu yang hidup niscaya dia akan melihat banyak perselisihan (yang akan

terjadi). Oleh itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah khulafa-ur-rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah dia (sunnah sunnah itu) dengan geraham.

Hindarkanlah olehmu mengada-ngada akan perkara baru (dalam urusan agama), tiap-tiap perkara baru adalah bid’ah dan tiap-tiap bid’ah adalah sesat. “(HR Abu Daud dan

Tirmizi).

ibnu anas mengatakan...

URUTAN BACAAN TAHLILAN DI DAERAH AKU


إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْفَاتِحَةْ
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اَلْفَاتِحَةْ
ثُمَّ إليَ جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اَبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا
وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا......... اَلْفَاتِحَةْ

DAN SETERUSNYA

APA SIH ARTINYA BACAAN TERSEBUT DI ATAS?????

MOHON PENJELASANNYA TERUTAMA TRIMAKASIH!!

ibnu anas mengatakan...

LANJUTAN URUTAN BACAAN TAHLILAL
سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ *
وَمِن شَرِّ النَّفَّـثَـتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

ibnu anas mengatakan...

LANJURAN TEKS DI ATAS

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين أمِينْ

ibnu anas mengatakan...

LANJUTAN TEKS DI ATAS

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم ذَلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ.وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ
وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ

ibnu anas mengatakan...

LANJUTAN TEKS DI ATAS

يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيُغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. امَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ امَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَ أَوْ أَخْطَعْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ

ibnu anas mengatakan...

MA'AF URUTAN BACAAN TAHLILANNYA GA DI TULIS SEMUA DAN MA'AF AKU HANYA ORANG BODOH YANG IGIN TAU APA ARTI BACAAN TERSEBUT DI ATAS, KAMI HANYA MELAKUKAN DAN TIDAK TAU APA ARTINYA YANG DI BACA ITU

Baim mengatakan...

Saya lebih memilih mengikuti Rasulullah. kita tahu sendiri kalau "laqod kaana fii Rasulillahi uswatun khasanah" Sungguh benar-banar ada dalam diri Rasulullah suri tauladan terbaik. apakah anda pernah tahu kalau Rasulullah Yasinan tahlilan dan lain lain, bukankah kita umat yang mencontoh nabi muhammad. tolong koment saya dipikirkan. kalau ada salah tolong diingatkan

we'es045 mengatakan...

yang tahlilan ya monggo yang ga ya silahkan
saya cuma mau ngebedain yang matinya orang sama celeng, kalau celeng cukup di lemparin ke lubang trus dikubur, karna sodara saya orang ya saya doain perkara nyampe ga nyampe yang penting doanya ga balik lagi.
kalau mau tanya dalil sama pak kiyai yang lebih tau

dikutip dari pengajian kh anwar zahid bojonegoro

Yadie Kasalo mengatakan...

ma'af ya mas Baim, kalo baca tahlil boleh disebut tahlilan, dan kalo baca surat yasin boleh disebut yasinan, apa Nabi kita tidak pernah baca tahlil dan baca surat yasin? saya pernah mendengar dan sering mendengar kyai2 menyampaikan hadits Nabi yg berbunyi: (kalo tidak salah) ..bacakanlah surat Yasin kepada orang matimu.

Masnun Tholab mengatakan...

Mas Yadi Kasela,
Trimakasih atas tanggapan anda terhadap kutipan saya di atas.
Memang yang dilarang oleh para ulama yang saya kutipkan di atas adalah berkumpul dan makan-makan di rumah keluarga mayat. Karena yang terjadi di masyarakat saat itu adalah kegiatan berkumpul dan makan-makan di rumah keluarga mayat.
Mengapa para ulama itu tidak melarang tahlilan?
Karena pada saat itu tidak ada acara kegiatan tahlilan kematiaan seperti yang terjadi di masyarakat sekarang. Apanya yang mau dilarang?
Pertanyaan berikutnya :
Mengapa pada waktu itu tidak ada tahlilan kematian?
Silahkan anda jelaskan!

Astana Bagus mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
whoever mengatakan...

Assalamu'alaykum..
Singkat saja pembahasan ini..
tahlil mudah, singkat, dan itu sangat mulia, membaca laa ila ha illallah...
Surat yaasiin jg mulia, krn itu merupakan salah satu surat di Al-Qur'an..

Bukankah Allah 'azza wa jalla berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar’ [Al Ahzaab 70-71]

apa rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan "tahlilan" (maksudnya bukan bacaan laa ila ha illallah) kepada istri beliau yg pertama khadijah radhiallahu anha ???
ataukah kepada paman beliau shallallahu 'alaihi wasallam yaitu hamzah radhiallahu anhu????

dan apakah beliau "yasinan" saat sahabat para syahid di perang badar, perang uhud????

apakah khalifah yg 4 juga "tahlilan", dan "yasinan" saat orang yg paling mulia yaitu nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal ???
tentu tidak, tidak sama sekali !!
apalagi yg kamu pusingkan ??
susah dg perkara yang diselewengkan, maksud baik, tapi cara salah..

whoever mengatakan...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri memperingatkan kita untuk berpengang sama sunnah beliau, dan mengikuti sunnah khalifah yg 4..

Telah shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dari hadits Irbadh bin Sariyah radhiallahu anhu bahwa beliau bersabda:
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama kami, beliau lantas menghadap ke arah kami dan memberikan sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat untuk perpisahan! Lalu apa yang engkau washiatkan kepada kami?” Beliau mengatakan: “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, senantiasa taat dan mendengar meskipun yang memerintah adalah seorang budak habsyi yang hitam. Sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, hendaklah kalian berpegang dengan sunahku, sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setaip bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 3991, At-Tirmizi no. 2600, dan Ibnu Majah no. 42 dengan sanad yang shahih)

lalu bagaimana dengan ini??
Beliau shallallahu alaihi wasallam juga mengabarkan bahwa semua bid’ah dalam agama adalah kesesatan. Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلَا صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ وَيَقُولُ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَيَقُولُ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan khutbah, maka kedua matanya memerah, suaranya lantang, dan semangatnya berkobar-kobar bagaikan panglima perang yang sedang memberikan komando kepada bala tentaranya. Beliau bersabda: “Hendaklah kalian selalu waspada di waktu pagi dan petang. Aku diutus, sementara antara aku dan hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yakni jari telunjuk dan jari tengah).” Kemudian beliau melanjutkan bersabda: “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 1435)

bagaimana??
masih mau ngelak juga ?
pikirkan ini semua dengan hati nurani kita, saya sudah bawakan sedikit ayat Allah, dan hadits2 shahih..
masih mau ngelak juga ??

semoga Allah meluruskan pemahaman anda

My Poem mengatakan...

mantaf kang brow
izin kopas, agar temen-temen ane lebih faham tentang tahlil

xi axing mengatakan...

Bid'ah memang bsa mmbuat orang buta mata buta hati . G percya ? Liat klo ada yng kmtian orng mskin . Mstinya smbngn saudara 2 nya untuk mnghidupinya . Mlh rmbongan mkn 2 . Bkti buta mata . Bngga jdi ahli bidah . bkti buta hati . Hri gni msh blum tau sunnah . Deudeuh teuing . Jaang jang . Mtk ceuk nbi ahli bdah hse tbt na slila msh papuket jeung bdah

My Poem mengatakan...

mari kita jalankan bid'ah hidup bid'ah....
"hwahahhaha orang islam pada tempur saya sangat bahagia"

Iwak Mentah mengatakan...

gampang...

Kalau kita HARUS dan WAJIB mencontoh ibadah seperti Nabi Saw tak mungkin kita sepenuhnya mampu. Pertanyaannya... APA HUKUMNYA MENOLONG NENEK YANG MAU MENYEBERANG JALAN ??..

Kan Nabi Saw tidak pernah mencontohkan ??..

Adakah unsur dosa atau salah menolong nenek tersebut ??..

Iwak Mentah mengatakan...

Adakah dalil al-Qur’an dan Hadits yang melarang MENOLONG NENEK YANG SEDANG MENYEBERANG JALAN TERSEBUT ??.. \{>;<}/

Subadi Sigit W mengatakan...

MANTAP SAYA LEBIH SUKA YANG PAKAI TAHLIL.
YANG MEM-BID'AH TAHLIH ADALAH TUKANG FITNAH.
MOSOK KUMPUL2 DIRUMAH ORANG YANG MENINGGAL DAN MELAKUKAN TAHLIL DAN BACA'AN YASIN DAN SEBAGAINYA DILARANG.
YANG DILARANG ITU KALAU KUMPUL2 HANYA NGOBROL DAN GAPLAY, REMI, MAIN KERTU DSB SEPERTI HADIST YANG KAMU PAKAI ALASAN UNTUK MENENTANG TAHLIL ITU BRO......

Khamdi Rahmani mengatakan...

Sebelumnya saya mohon maaf. Dan tolong pahami kami sebagai pencari ilmu yang haq. Hal ini karena kebingungan saya antara 2 pendapat yang seperti bertentangan. Soal yang setuju dengan acara tahlil sudah disampaikan. Dan penulis blog seperti hendak menyalahkan yang tidak menyetujui adanya tahlil dsb. Bahkan oleh rekan2 penulis sampai adanya penyesatan terhadap yg tidak setuju tahlil. Tapi kalau kami baca di artikel yg tidak setuju tahlilpun menyampaikan dalil yang bersumber dari Qur`an dan Sunnah. Dan para pengingkar tahlilpun tetap mereferensi pada ulama salaf.

Berikut kami sampaikan kutipan dari Tafsir Ibn Katsir ketika memberikan tafsir QS An-Najm : 38-39 (Mohon bisa diterjemahkan...)

{ وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى } أي: كما لا يحمل عليه وزر غيره، كذلك لا يحصل من الأجر إلا ما كسب هو لنفسه. ومن وهذه الآية الكريمة استنبط الشافعي، رحمه الله، ومن اتبعه أن القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى؛ لأنه ليس من عملهم ولا كسبهم؛ ولهذا لم يندب إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم أمته ولا حثهم عليه، ولا أرشدهم إليه بنص ولا إيماء، ولم ينقل ذلك عن أحد من الصحابة، رضي الله عنهم، ولو كان خيرا لسبقونا إليه، وباب القربات يقتصر فيه على النصوص، ولا يتصرف فيه بأنواع الأقيسة والآراء، فأما الدعاء والصدقة فذاك مجمع على وصولهما، ومنصوص من الشارع عليهما.
وأما الحديث الذي رواه مسلم في صحيحه، عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث: من ولد صالح يدعو له، أو صدقة جارية من بعده، أو علم ينتفع به" (3) ، فهذه الثلاثة في الحقيقة هي من سعيه وكده وعمله، كما جاء في الحديث: "إن أطيب ما أكل الرجل من كسبه، وإن ولده من كسبه" (4) . والصدقة الجارية كالوقف ونحوه هي من آثار عمله ووقفه، وقد قال تعالى: { إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُم } (5) الآية [يس: 12]. والعلم الذي نشره في الناس فاقتدى به الناس بعده هو أيضا من سعيه وعمله، وثبت في الصحيح: "من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من اتبعه، من غير أن ينقص من أجورهم شيئا".

eri zal mengatakan...

akhi yadie kasalo:klo kta memang bisa transfer pahala ama yg udah ninggal,cari aja harta yg banyak.stlah kta mninggal bru orang2 pada transfer pahala buat kta.
Kan bisa tu kita wasiatkan kepada keluarga kita kalo mati nanti suruh aja orang baca yasin dan tahlil buat kita sampai seribu hari.
Enak banget ya....
Gak usah sibuk2 ber ibadah.
Akhi,Islam telah memudahkan kita dengan kesempurnaan nya,jadi kenapa harus dipersulit...!!
Seorang seperti Abu bakar aja takut kalau2 dia menyelisihi Nabi Salallahu alaiwasallam,kita sepakat bagaimana kefakihan dan kedalaman ilmu beliau.
Lalu bagaimana dengan kita umat diakhir zaman ini...???
Islam itu udah sempurna ko',lihat firman Allah surat Al-Maaidah ayat 3.
Sunnah Rasul tu banyak yang kita tinggalkan,sementara kita mengerjakan yang tidak di Sunnahkan sama sekali.
Jika yasinan dan tahlillan bukan Sunnah,maka itu jadi nya Bid'ah.
Karna Sunnah lawan adalah Bid'ah,dan bila orang sudah suka kepada Bid'ah maka dia tidak mau mengamal kan Sunnah.
Sebab kedua ny saling bertentangan.
Semoga kita memberikan hidayah kepada kita semua,dan memberi kekuatan untuk tetap tegar diatas Sunnah...

Rizqin Asfarian mengatakan...

tapi maap nih saya mau nanya, kalo misalnya itu emang sesuatu hal yang baik koq ga dilakukan generasi muslim terbaik saat itu, seperti generasi khulafaurrasyidin dan generasi tabit tabi'in??

Rizqin Asfarian mengatakan...

to yadi kasalo :
Memang terdapat beberapa hadits yang menerangkan tentang keutamaan dan fadhilah surat Yasin, hanya saja statusnya antara dhaif dan maudhu' (palsu). Berikut ini beberapa haditsnya:

Pertama, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إن الله تبارك وتعالى قرأ ( طه ) و( يس ) قبل أن يخلق آدم بألفي عام، فلما سمعت الملائكة القرآن قالوا : طوبى لأمة ينزل هذا عليهم، وطوبى لألسن تتكلم بهذا، وطوبى لأجواف تحمل هذا

"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala telah membaca surat Thaha dan Yasin seribu tahun sebelum menciptakan Adam. Maka saat [ara malaikat mendengar Al-Qur'an, mereka berkata: Beruntunglah bagi umat yang diturunkan ini atas mereka, beruntunglah lisan yang berucap dengannya, dan beruntunglah bagi hati yang mengembannya." (HR. al-Darimi dalam Sunannya: 2/456, Ibnu Huzaimah dalam al-Tauhid: 109, Ibnu Hibban dalam al-Dhu'afa': 1/108, dan lainnya. Syaikh Al-Albani menyebutkannya sebagai hadits munkar dalam Silsilah al-Ahadits al-Dhaifah, no. 1248. Beliau berkata: dan matan ini adalah maudhu' sebagaimana dikatakan Ibnu Hibban, dan isnadnya dhaif jiddan/lemah sekali)

Kedua, dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu secara marfu',

من دخل المقابر، فقرأ سورة ( يس ) خفف عنهم يومئذ، وكان له بعدد من فيها حسنات

"Siapa yang masuk ke pemakaman, lalu ia membaca surat Yasin niscaya diringankan siksa mereka (ahli kubur) pada hri itu, dan baginya kebaikan-kebaikan sebanyak orang yang di dalamnya." (Hadits maudhu' (palsu) yang dikeluarkan al-Tsa'labi dalam tafsirnya, disebutkan Syaikh al-Albani dalam Silsilah Al-Hadits Al-Dhaifah: no. 1246)

Ketiga, diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إن لكل شيء قلبا وقلب القرآن يس ومن قرأ يس كتب الله بقراءتها قراءة القرآن عشر مرات

"Sesungguhnya setiap sesuatu ada jantungnya, dan jantungnya Al-Qur'an adalah surat Yasin. Siapa membacanya surat Yasin niscaya Allah mencatat untunya membaca Al-Qur'an sepuluh kali." (HR. Al-Tirmidzi, statusnya Maudhu' (palsu) sebagaimana disebutkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan al-Tirmidzi: 2887, Dhaif Al-Targhib wa Al-Tarhib: 885, Dhaif al-Jami' al-Shaghir: 1935)

Keempat, riwayat dari Ma'qil bin Yasar Radhiyallahu 'Anhu,

من قرأ ( يس ) ابتغاء وجه الله ، غفر الله له ما تقدم من ذنبه ، فاقرؤوها عند موتاكم

"Siapa membaca surat Yasin untuk mengharap wajah Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, maka bacalah surat Yasin pada orang meninggal kalian." (Hadits Dhaif, dalam Dhaif al-Jami' al-Shaghir: 5785)

Kelima, dari 'Atha bin Abi Rabbah Radhiyallahu 'Anhu berkata, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

من قرأ ( يس ) في صدر النهار؛ قضيت حوائجه

"Siapa membaca surat Yasin di siang hari, niscaya dipenuhi semua kebutuhannya." (Dhaif Misykah al-Mashabih: 2118)

Dan secara umum semua riwayat yang menerangkan keutamaan surat Yasin adalah Dhaif dan maudhu' (palsu) sebagaimana yang telah diteliti oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam beberapa kitabnya. Wallahu Ta'ala A'lam.

bagaimana bapak yadi yang terhormat? masihkah anda berpegang teguh kepada hadits palsu??

Mahadi mengatakan...

Bila Bid'ah telah merajalela maka sunnah akan tersisihkan,,,, banyak yg membaca yasin d malam jum'at, akhirnya Surat Al-Kahfi tersisihkan,,, banyak yg tidak tau keutamaan surat Alkahfi, karna disibukkan dengan bacaan yasin,,,, Hadist yg membicarakan Keutamaan Yasin Banyak Ulama Pakar Hadist yg Menyatakan Kelemahan bahkan kepalsuan hadist tsb, sedangkan hadist yg membicarakan Keutamaan srt Al-Kahfi banyak ulama pakar hadist yg menyatakan keshohihan hadist tsb, skarang terserah antum skalian plih yg meragukan(hadist keutamaan srt yasin), atau plih yg sdah pasti(surat al-kahfi).

-Hadist surat yasin "Ini tidak shahih. Dan disebutkan riwayat:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يس فِي لَيْلَةِ الْجُمعَةِ غُفِرَ لَهُ

"Siapa yang membaca surat (Yasin) pada malam Jum'at diampuni dosanya."

Syaikh Al-Albani berkata: "Dhaif Jiddan (sangat lemah,-ter)" (Lihat: Dhaif al-Targhib wa al-Tarhib: no. 450). Dan tidak terdapat satu haditspun yang shahih tentang keutamaan surat Yasin." Wallahu Ta'ala A'lam.

-Hadist surat al-kahfi Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

Adakah diantara kalian yg mampu menyebutkan Nama Ulama yg Menguatkan/menshohikan Fadhilat surat Yasin?

Subadi Sigit W mengatakan...

Begitulah gigihnya orang2 yang menentang bacaan Tahlil dan Yasin bagi orang yang meninggal. Mereka menunjukkan hadist2 yang mereka katakan paling shahih dan paling benar. Padahal sebenarnya hadist2 yang mereka tunjukkan itu juga perlu sekali diragukan kebenarannya, Karena mereka hanya baca2 dari hadist yang dalam bentuk buku. Bukan dari orang2 yang turun temurun hafal/menguasai hadist.
Perlu diketahui bahwa Aliran Islam yang berkembang belakangan ini yg katanya paling murni dan paling benar sebenarnya sudah di susupi oleh paham2 dan kepentingan orang2 barat. Beribu-ribu hadist yang mereka bawa dan mereka anut sebenarnya sudah dipalsukan oleh orang2 barat.
Lihat saja kata2 mereka yg menentang kenduri dan memberi makan kepada pelayat katanya perbuatan yang sia2 yg di larang oleh oleh Rosulullah. Mereka tidak sadar bahwa yang namanya beramal dan sodaqoh itu harus dilakukan dalam keadaan apapun (senang maupun susah) selagi orang itu mau dan mampu memberi. Lha kalo pikiran orang barat kan pelit utk bersodaqoh, yg di pikir hanya bagaimana supaya kaya, makanya sodaqoh pada orang yang meninggal dilarang. Demikian juga masalah berkumpul dan berjamaah dalam hal membaca ayat2 Al Quran, Dzikir, Takbir, Tahmid dan seterusnya ditempat orang yang meninggal, kalau orang barat kan bersifat Individual makanya berkumpul2 seperti itu juga dilarang.

hsrimth mengatakan...

ma'af kami merasa tidak di utus buat mencatat amalan2 anda, berbuatlah sesuka mu kan tip2 firqoh pasti ada pengikutnya..

M. Yakub Ritonga, S.Kom, S.Pd.I mengatakan...

saya mau nanyak kepada orang yang anti mengenai tahlil dan yasinan..
1. Dari mana anda mendapatkan hadist2 yang melarang yasinan dan tahlil...?
2. Apakah anda hidup pada zaman rasul, sahabat, kholifah sehingga anda tahu bahwasanya rasul, sahabat dan khalifah tidak pernah melakukannya.?
3. Apakah anda tidak mempercayai para ulama terdahulu..?
4. Kenapa sudah beribu tahun berjalannya yasinan, tahlil kenapa baru sekarang dipermasalahkan. ada apa..? WAHABI SALAFI..!!!
5. Kalau membaca hadist jangan cuma dari ibn taimiyah.. cari ibn Athaillah.
6. Kalau anda belajar tanpa guru/ itu namanya autodidak.
7. setiap orang yang belajar autodidak pasti akan mendapat masalah tersendiri.
8. dikarenakan tidak adanya guru, maka permasalahan disimpulkan secara pribadi.
9. Maka kesimpulannya Orang yang paling banyak membid'ahkan orang, maka dialah sebenarnya yang Ahli Bid'ah

saefulloh Al Muhtarom mengatakan...

Lana a'maluna wa lakum a'malukum...

konoha gakure mengatakan...

Assalamualaikum,

Hati-hati wahai umat islam.!!!
jangan lah kalian terpecah belah karena urusan tersebut,

Sesungguhnya SETAN dan Kaum Yahudi sangat lah suka melihat umat islam
terpecah belah....

Janganlah kalian menyalahkan seseorang dalam urusan agamanya karena apa yang kamu katakan dan kamu perbuat
belum tetntu baik di mata ALLAH ,

“Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi
Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi).

Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?, maksudnya bila
kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas
islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik
ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi
ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian
ulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal hal yang baru
demi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan, demikianlah bentuk
kesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman, inilah
makna ayat :
“ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM…”, yang artinya “hari ini
Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan
bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,
Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi
memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam
kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkah sempurnanya
islam,


kalau ada penyampaian saya yang salah, tolong di perbaiki ya,

Saya mohon agar umat islam ini jangan memusuhi sesama islam, karena di sanalah letak dari kelemahan islam itu sendiri...

kalau memang niat anda adalah baik,

musuhilah orang-orang kafir, orang orang yang memecah agama islam..

kalau kalian mau debat,
debat aja sama orang yang bukan islam, ajaklah merekan memasuki agama islam yang sempurna.karena itu jauh lebih BAIK.

terima kasih

Wassalamualaikum..

Subriadi Maulana mengatakan...

@ Subadi Sigit.. andi Pasti orang jawa... penulisan kata kata anda berlebihan ... banyak memakai huruf "O" tidak ada abjat O dalan bahasa Arab. Ok Mas Bro dan Sebaiknya anda tidak komentar karena bahasa anda Cukup pedis ... yang perlu anda pelajari dulu penulisan Kata Kata.. saya tanya Anda tulisan ini mana yang benar Allah atau Alloh... ? Kamu jawab.. jangan sampai terjemahan Al-Qur'an anda rubah semua dengan dari huruf A ke huruf O. Masalah itu aja dulu jangan bahas yasih terlalu tinggi buat anda...
Contoh Masya Allah.. bukan Maso Alloh..

@ M. Yakub R. Kan dah banyak diatas komentar yang menyebutkan diatas... Hadis yang melarang.. baca dulu...
makasih..aku lebih setuju kàlau yasin dan tahlil kita baca Sendiri dan kita amalkan isinya.. tidak pake Akhiran An. . YASINAN . TAHLILAN TAKBIRAN TAHMIDAN. DST.
Ada yang gak terima...
Lakum dinukuum walyadin...

arif ihsan mengatakan...

MA'AF NUMPANG COMENT!

Yang setuju Thalil & Yasin Monggo!!!
Yang gak setuju Tahlil & Yasin monggo!!!
silakan anda pegang keyakinan anda!!!, berdasarkan dalil2 yang anda perdebatkan diatas sampai kalian mati!!!!

tapi kalau saya setuju yang tahlil & yasin!.
Yang gak setuju tahlilan ada yang berkomentar do'a tahlil & yasin gak nyampek si mayit!.
Kalo begitu, Disini saya mau berdo'a untuk semua keluarganya yang tidak setuju tahlil & yasin semoga semua keluarganya yang sudah mati masuk neraka!!!!
Dan yang percaya tahlilan semoga almarhun dan almarhumah kita semua amalan ibadahnya diterima-Nya, semua dosa2nya diampuni-Nya dan mudah2han diterima disi Allah SWT.

Kalo yang tdk setuju membaca Tahlil dan Yasin, mau koment silakan!!! aku tunggu!. suwun!!

C-70el Denpasar mengatakan...

Apabila telah datang kematian padamu maka akan timbul hukum baru buat yg ditinggalkan/ahli waris. dan bila terdapat anak yatim didalamnya haram hukumnya makan dari harta anak yatim bila kita berkumpul di keluarga simayit yg terdapat anak yatim.

sudah jadi rahasia umum di masyarakat kita, guna mengadakan kirim doa entah itu 7 harinya,40harinya,seratus harinya,1000 harinya dstusnya mengadakan ritual kirim doa dengan menyajikan makan, kalo keluarga simayit kaya bukan menjadi masalah sampai2 nyembelih kerbau dlsbg tp buat simiskin sampai bela-belain ngutang sana sini buat ngadain acara tersebut. itu menjadi memberatkan.

Unknown mengatakan...

kepada admin, saya mau nanya mana yang harus didahulukan sholat isya atau atau tahlilan dan yasinan sebab di desa saya banyak masyarakat yang tahlilan dan yasinan kematian sedang waktunya sholat isya telah tiba ?? trima kasih

Rhezi Flash mengatakan...

Memperingati Kematian di Agama Nasrani

Sebagian Kristen ada yang Mereka yg mengadakan ritual tersebut berdalih katanya
berdasarkan dengan Yesus naik ke surga pada hari yang keempat puluh setelah kebangkitan yesus.

Dan juga mereka meyakini takhayul bahwa arwah dari orang yang telah meninggal itu masih ada dirumahnya dan akan ‘pergi’ setelah 40 hari.

Menurut mereka katanya bertujuan peringatan 40 hari adalah untuk kebaktian dan mengingatkan bahwa hidup ini katanya hanya sementara saja,sebagai bentuk ucapan syukur pada Tuhan dan untuk menghibur / menguatkan keluarga yang ditinggalkan, dan selain
melakukan PESTA MAKAN-MAKAN, mereka meminta pelayanan bidston kepada pendeta setempat.

Namun orang kristen yang tinggal di Daerah Jawa(Keturunan Kejawen), biasanya tidak hanya 40 hari saja, namun mulai hari pertama meninggal sampai seminggu, 40 hari setelah meninggal, 100 hari setelah meninggal, dan setahun setelah meninggal.

Ziarah Kubur sebagian umat islam, hampir mirip tata cara ziarahnya waktu saya dulu nasrani. tabur bunga, meminta berkah, dikhususkan waktunya. Kalau nasrani biasanya sehari sebelum natal, dan tanggal lahir / meninggal orang tersebut.

Kalau sekte katholik biasanya yg suka ngalap berkah ke kuburan Santo ataupun Santa (mungkin kalo di indonesia disebut Wali) mereka berdo’a.

Misalkan do’a mereka : “melalui perantara Santa Agnes, kami berdoa pada Tuhan Allah Bapa yang Maha Kuasa…. dst.

Dan juga tabur bunga itu kristen sendiri meniru Adat Konghucu dalam Festival Ziarah Kubur Cheng Beng (Qing Ming), 1.800 tahun yang lalu, dan sekarang biasanya dirayakan tiap tanggal 5 April.

Ber islam itu harus Kaffah, jangan setengah-setengah

Man tasabbaha biqaumin fahua minhum”
(Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar)

wallahu a’lam bish showab
Oleh : Muhammad Rhezi Ramdhani
(Muallaf dari Nasrani)

AL Rohen mengatakan...

YANG BID'AH BUKAN TAHLILnya atau YASIN nya, tapi ADALAH ACARA TERASEBUT DIADAKAN DALAM ACARA MEMPERINGATI/MENGENANG/MENDOAKAN SAAt ada YANG MENINGGAL !!! gitu bro!! , yang ga faham ente apa kite2 zzzzzz

anugrah andi mengatakan...

manusia di beri akal oleh ALLAH untuk berfikir, silahkan ente2 fikir sendiri yg mana yg boleh di lakukan yg mana yg dak pernah di contohkan rasul yg mana di larang di lakukan, kan sudah ada hadist2 yg kuat. jangan asal ikutin ulama, banyak ko' ulama tp ahli bid'ah, banyak ko' yg ustad tp tidak mengikuti sunnah, gunakan sj akal antum dan berdoalah kpd ALLAH semoga kita berada di jalan yg benar. Islam sudah sempurnah ko', dan alqur'an adalah kitap yg tidak ada keraguan di dalamnya, dan Muhammad Saw adalah utusan ALLAH. mohon maaf klo sy sok tahu, maklum sy masi awam

Eko Hartanto mengatakan...

dari pada ada orang meninggal trus main gaple.. mendingan baca tahlil n yasin... masak berbuat baik masuk neraka? enggak kan

My Poem mengatakan...

anugrah andi : betul ente Memang orang yang sok tau, udah sok tau komen lagi .....
kwkwkwkkwk .....
yang paling parah ente dah ngrasa awam tapi menasehati .....
siapa yang mau dinasehati orang sok tau ......
sungguh aneh dunia ini ....

Yadie Kasalo mengatakan...

Apa pun dalil mereka menentang tahlilan, yasinan, maulidurrasul, dzikir berjamaah dg suara keras, serta lain2 fatwa yg keluar dari orang2 yg mereka anggap ulama seperti tidak qunut subuh, taroweh 8 rakaat, sholat berjamaah kakinya ngangkang dan bersentuhan (yg bikin geli hingga tidak bisa khusu'), dll sebagainya. itu adalah ajarang yg disisipi dan ditebarkan oleh kaum orientalis yg ingin menghancurkan Islam dari dalam. karena hal itu semua bisa bikin kacau dalam masyarakat Islam. (ini pun ketahuan dari cara mereka menyampaikan ajarannya yg arogan, seperti bener sendiri dan yg lain yg tidak sejalan dg mereka dikatakan salah dan sesat dan bisa masuk neraka) masa mengadakan maulid itu sesat dan masuk neraka? emang dalam acara maulid ada tari telanjangnya? ini jelas mereka kaum orientalis barat sengaja hanya mengarah kpd umat Islam yg dianggap membahayakan mereka. sedang kaum2 yg tidak dianggap membahayakan mereka biarkan dan mereka tidak mengusik2. Mungkin saja jika ada sekelompok orang gemblung yg dengan dalih mengadakan acara maulid dan didalamnya menggelar tarian telanjang mereka biarkan saja tidak mengusiknya. sepertinya mereka kaum anti maulid itu sasaran tembaknya kpd kita2 yg gemar maulid, tahlil, yasinan, kenduri, ziarah dsb yg notabene adalah kaum terbesar dan kuat dari kalangan muslim yg dianggap membahayakan orang2 barat. Buktinya terhadap kelompok ahmadiyah, mereka diem2 saja kok bahkan seperti membiarkan dan tidak mempermasalahkannya,

abah Difa mengatakan...

Bismillahirrahman nirrahim

Senyatanya kedua belah pihak memiliki sisi yang benar. Artinya: landasan dalil yang dikemungkakan pro tahlilan dan yasinan jika dilihat dari sisi apa yang dibaca saat acara tersebut memang berdalil, terlepas pada kuat atau lemahnya hadits yang dinukil, tetapi ada yang melandasinya.

Bagi yang tidak pro pada tahlilan dan yasinan, -terlepas dari dirosatul adillah (penelitian dalil)-, sebenarnya titik beratnya ada pada historis keberadaan acara-acara tersebut. Yang senyatanya, tradisi tersebut (ingat! bukan isi bacaannya) tidak bisa dipungkiri memang berasal dari tradisi hindu. Itu bisa dilihat dari latar belakang budaya Nusantara.

( link ini mungkin bisa menjadi referensi sederhana: http://www.youtube.com/watch?v=d0ZXKtB0r14
blog sebelah: http://brianmuslim.blogspot.com/2013/02/siapa-bilang-maulid-tahlilan-yasinan-7_3118.html?showComment=1371453955269#c4284095224559707647 )

WaliSongo atau siapa pun yang membawa Islam ke Nusantara, memulai proses pengislaman dengan tidak meniadakan tradisi hindu yang sudah kental di masyarakat secara frontal, tetapi merenofasinya dengan mengubah bacaan-bacaan tahlil, tasbih dsb (sehingga wajar jika kita dapati dalil disitu). Ini tidak bisa dipungkiri oleh mereka yang melek sejarah Islam dan Nusantara. Itu pulalah yang terjadi dengan agama Nasrani, mereka juga melakukan inovasi yang sama, mengayomi tradisi yang ada dengan menyisipkan ritual kekristenan.

Sehingga bersitegang dengan dalil masing-masing tidaklah mengeluarkan dari polemik yang ada, keduanya membicarakan sisi/sudut yang berbeda.

Yang semestinya, kita, sebagai generasi Muslim Nusantara yang sudah jauh dari masa kewalian mengambil tongkat estafet dakwah itu.
Jika para Wali sudah sukses dengan inovasi bertahap dengan merubah tata
cara dan bacaan, bagian kita kini untuk mulai mengurangi atau meniadakan
tradisi hindu itu secara bertahap. Hingga sampai kepada Islam yang
sejalan dengan Alquran dan Sunah secara utuh.

Yang perlu disadari, Islam tidak muncul di Nusantara, sehingga, tradisi
Islam Nusantara yang belum sejalan, senyatanya adalah proses yang tersisa
dari proyek para Wali/juru dakwah terdahulu.

Sehingga yang seharusnya adalah,
"Khuzul 'asho waliyikum yaa shababal islam!!"
(Ambillah tokat estapet wali kalian wahai pemuda islam!!)

Salam dakwah.

Yadie Kasalo mengatakan...

ngapunten alias maaf abah Difa, yang bilang budaya tahlilan pada saat ada kematian adalah tradisi hindu siapa yah? orang budaya seperti itu sudah ada sejak jaman Imam Ghozali kok, kalo budaya tahlilan itu adalah budaya hindu yg diadopsi oleh Islam yg dilakukan oleh para wali penyebar Islam di Nusantara dan budaya itu hanya ada di Nusantara, berarti budaya tersebut yg dilakukan oleh para ulama jaman Imam ghozali di baghdad sekitar tahun 1058 - 1111 M berasal dari para wali Nusantara dong? jelas hal ini tidak mungkin karena masa kewalian di Jawa (Nusantara) itu pada abad ke-14 M. sedang jaman Imam Ghozali itu 4 abad sebelum wali songo di jawa.

Jadi kalo tahlilan dibilang budaya hindu yg dilakukan oleh para wali di jawa sebagai proses pengislaman dengan tidak meniadakan tradisi hindu yang sudah kental di masyarakat secara frontal, tetapi merenofasinya dengan mengubah bacaan-bacaan tahlil, itu adalah prediksi yag sangat ngawur dan mengada-ada.

Jadi para wali di jawa(Nusantara) pada abad ke-14 mengajarkan tahlilan itu bukan karena mengikuti tradisi Hindu-budha yg saat itu masih banyak dianut oleh masyarakat, tapi karena mengikuti jejak para ulama atau guru2nya terdahulu, yg saya tahu sudah dilakukan sejak jaman Iman Al Ghozali pada abad ke-10 M (1058-1111 M) di Baghdad jauh sebelum jaman para wali di Jawa yg baru ada pada abad ke-14 M.

Coba abah Difa baca Buku: FILSAFAT UMUM Dari Metodologi Sampai Teofilosofi, karya bersama Drs Atang Abdul Hakim, M.A dan Drs. Beni Ahamad Saebani, M.Si. pada halaman 465-466

yusuf2100 mengatakan...

Hindu leih dulu dari Islam sebelum Rasulullah Saw dilahirkan agama hindu sudah ada .

alamul huda mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
alamul huda mengatakan...

Ojo podo debat masalah ngono tok ae. Mundak gak sempat noto ati. Ayo podo ngoreksi ati kito iki wis resik songko penyakit ati opo durung. Sebab iki penting. Apapun ormas yang kita ikuti monggo sing rukun. Ojo podo debat mundak ngrusak ati lan ngelarani atine dulur podo islame.ngapunten

Laila mengatakan...

baca ini...
http://wahdah.or.id/kajian-dasar/aqidah/tahlilan-menurut-ulama-empat-mazhab.html

Yadie Kasalo mengatakan...

Laila emang ente udah baca tulisan http://wahdah.or.id/kajian-dasar/aqidah/tahlilan-menurut-ulama-empat-mazhab.html apa belum? coba baca lagi dari tulisan di situ. ada gak larangan tahlilan? dari tulisan yg ada di situ yg di beri judul " TAHLILAN Menurut Ulama Empat Mazhab" ternyata yg ada hanya " berkumpul dan myediakan makanan"
Acara tahlilan itu bukan berkumpul2 dan makan2, tapi bersama-samah untuk mebaca ayat2 suci Al qur'an, berdzikir, dan berdo'a. ente dan kelompok ente kok sepertinya benci banget kepada orang yang bersama-samah untuk mebaca ayat2 suci Al qur'an, berdzikir, dan berdo'a. saya pikir hanya setan aja yg benci melihat orang2 yang bersama-sama untuk mebaca ayat2 suci Al qur'an, berdzikir, dan berdo'a, lalu sangking bencinya setan itu masuk dan mempengaruhi ke dalam hati dan pikiran orang2 yg lemah dan mencari2 alasan serta dalil agar orang2 mukmin meninggalkan suatu acara yg di dalamnya dibacakan ayat2 Suci Al Qur'an, berdzikir dan berdo'a. kenapa ente mengikuti perilaku setan?
Dalil2 yg dikemukakan ditulis di situ yg dijadikan hujjah untuk melarang orang bertahlilan kalo diperhatikan secara saksama itu sangat dipaksakan.

Coba perhatikan sekali lagi dari pernyataan 4 madzhab yg ditulis di situ, adakah pernyataan yang mengindikasikan bencinya terhadap berkumpul untuk membaca ayat2 suci Al qur'an, berdzikir dan berdo'a (sebagaimana orang2 yg bertahlilan)?

PECINTA BID'AH mengatakan...

terimakasih buat semua teman2 yg udah mampir ke blog sy,untuk yg tidak stuju lebih baik baca kitab2 karya para imam pendahulu anda,bru kemudian coment,YANG PASTI "JIKA ALASAN TIDAK BOLEH ITU KARENA ROSUL TIDAK PERNAH MELAKSANAKAN,MAKA AKAN BANYAK SEKALI YG AKAN ANDA SENDIRI TINGGALKAN DGN ALASAN YANG SAMA"

yudianggoro mengatakan...

apa intenet juga sesat ya karena nabi muhamad swt,ngak ada hadist tentang internet,

Burhan Azam mengatakan...

tak usah berdebat. coba lihat keputusan sesepuh dulu
Fakta yang dilupakan :Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama [ NU ] Tentang Tahlilan, Menyediakan Makanan Kepada Penta’ziyah
MUKTAMAR I NAHDLATUL ULAMA (NU) KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926 DI SURABAYA
“Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabi’uts tsani 1345H/21Oktober 1926M mencantumkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami dan menyatakan bahwa selamatan setelah kematian (yakni Tahlilan dan Yasinan-ed) adalah Bid’ah yang hina/tercela, namun tidak sampai mengharamkannya. (Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, keputusan Muktamar, Munas Kombes Nahdhatul Ulama (1926-2004M) LTN NU Jawa Timur Bekerja sama dengan Penerbit Khalista, Surabaya-2004. Cetakan ketiga, Februari 2007 Halaman 15 s/d 17).” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.19)
Keluarga Mayit Menyediakan Makanan Kepada Penta’ziyah

Keterangan :

1. Dalam Kitab I’anah al- Thalibin:

وَ يُكْرَهُ لِأَهْلِ الْمَيِّتِ الْجُلُوْسِ لِلتَّعْزِيَةِ وَصَنْعُ طَعَامٍ يُجْمِعُوْنَ النَّاسَ عَلَيْهِ لِمَا رَوَى أَحْمَدُ عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْبَجَلِي قاَلَ كُنَّا نَعُدُّ الْإِجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَهُمُ الطَّعَامَ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنَ النِّيَاحَةِ.

“Dan makruh [dibenci] hukumnya bagi keluarga mayit ikut duduk bersama orang-orang yang sengaja diundang untuk berta’ziyah dan menghidangkan makanan bagi mereka, sesuai dengan riwayat Ahmad dari Jarir bin Abdullah al-Bajali, yang mengemukakan: “Kami menganggap berkumpul di (rumah keluarga) mayit dengan menyuguhi makanan pada mereka, setelah si mayit dikubur, itu sebagai bagian ratapan (yang dilarang)”.

Ratu boko mengatakan...

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat balasannya. (Shahih Muslim No.1647)

sedang membaca Yasin & Tahlil adalah suatu fadillah yg amat baik, mengapa sebagian Umat muslim menafikkan sebagai suatu ibadah yg tidak mungkin dibalas oleh Allah.....sungguh mereka telah melampaui batas, semoga Allah SWT mengampuni & memberi hidayah...amiin

Ratu boko mengatakan...

Satu hal lagi bagi Anti bid'ah yg katanya segala kehidupanya/gerak geriknya, perbuatanya , tingkah lakunya MENCONTOH Rosullulloh SAW....Tapi jika dibenturkan pada urusan yg Rosullulloh tidak pernah mengerjakan mereka selalu mengelak, oh ini bukan bid'ah ini berbeda jaman rosull belum ada ini belum ada itu..contoh" dakwah dgn YOUTUBE, Sahur/buka puasa makanya nasi bukan korma, dan masih banyak yg tidak pernah Rosullulloh contohkan tapi mereka dgn sadar melakukan terus menerus..karna dianggap itu bukan bid'ah/ bukan sunah Rosullulloh.....Allahu Alam

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat balasannya. (Shahih Muslim No.1647)

Ibnu Sunhaji mengatakan...

ijin copas gus buat blog ane,terima ksih sebelumnya

http://ass-yafiiah.blogspot.com/

Lanang Gondo Asmoro mengatakan...

Yang menuduh tahlilan, muludan dll bid'ah pasti sudah mengganti otaknya dengan otak onta Jahiliyah. Kebodohan kok diimpor, najis banget orang-orang seperti itu, orang-orang minder yang gak punya otak sendiri, maunya ngekor Arab, dikiranya segala yang berbau Arab itu lebih benar dan hebat. Logis saja, Arab sekarang memenuhi semua ciri bangsa dajjal dan terkutuk, bangsa yang bisanya cuman berselisih, perang, saling bantai, bangsa bengis dan kasar yang terbelakang dan suka mengumbar hawa nafsu...!!!

pulsa murah mengatakan...

Nabi memiliki beberapa anak, yang anak laki2 semua

meninggal sewaktu masih kecil. Anak-anak perempuan

beliau ada 4 termasuk Fatimah, hidup sampai

dewasa.
Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg

meninggal tidak satupun di TAHLIL i, kl di do'akan

sudah pasti, karena mendo'akan orang tua,

mendo'akan anak, mendo'akan sesama muslim amalan

yg sangat mulia.

Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN

untuk NABI,
padahal ABU BAKAR adalah mertua NABI,
UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
Apakah para sahabat BODOH....,
Apakah para sahabat menganggap NABI hewan....

(menurut kalimat sdr sebelah)
Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua

meninggal gk di TAHLIL kan...
Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua

meninggal gk di TAHLIL kan....
Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik,

yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

Semua Sahabat Nabi SAW yg jumlahnya RIBUAN,

Tabi'in dan Tabiut Tabi'in yg jumlahnya jauh lebih

banyak, ketika meninggal, tdk ada 1 pun yg

meninggal kemudian di TAHLIL kan.

cara mengurus jenazah sdh jelas caranya dalam

ISLAM, seperti yg di ajarkan dalam buku2 pelajaran

wajib dr SD - Perguruan tinggi. Termasuk juga tata

cara mendo'akan Orang tua yg meninggal dan tata

cara mendo'akan orang2 yg sdh meninggal dr kaum

muslimin.

Saudaraku semua..., sesama MUSLIM...
saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk

pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan

mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll.

Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka

berkata:" sak niki koq mboten nate ngrawuhi

TAHLILAN Gus.."
sy jawab dengan baik:"Kanjeng Nabi soho putro

putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di

dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2,

lan sakben wedal sak saget e...? Jenengan Tahlilan

monggo..., sing penting ikhlas.., pun ngarep2

daharan e..."
mereka menjawab: "nggih Gus...".

sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya,

sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan

kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk

wajib...??
dia jawab gk berani menyampaikan..., takut timbul

masalah...
setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan

tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja

disampaikan hukum asli TAHLIL an..., sehingga

nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan

ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa

dll.

Untuk para Kyai..., sy yg miskin ilmu ini,

berharap besar pada Jenengan semua...., TAHLIL an

silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat

santri harus dinomor satukan..
sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya.

tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama'ah

nya menyedihkan.
shaf nya gk rapat, antar jama'ah berjauhan, dan

Imam rata2 gk peduli.
selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya,

Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang

shaf...

Untuk saudara2 salafi..., jangan terlalu keras

dalam berpendapat...
dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang

lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil

khusus sholat jama'ah...
tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita

do'akan saja yg baik...
siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada

sunnah shahihah dengan lantaran Do'a kita....

demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk

berkenan...
semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke

jaman kejayaan Islam di jaman Nabi..., jaman

Sahabat.., Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in
Amin ya Robbal Alamin

bobotoh persib mengatakan...

Assalamu 'Alaykum Wr Wb.
Saya Setuju dengan Pulsa Murah ...

vajar Ashedqy mengatakan...

setuju dg pulsa murah ...memang secara umum membaca yasin ,tahlil ,dan sholawat adlah boleh bahkan sngat d anjurkan ,,tetapi yg menjadi masalah ketika hal2 yg d sunahkan tsb menjadi sst yg dlarang bahkan d haramkan ,,hanya karena menjadikannya suatu amalan yg khusus dgn waktu2 tertentu yg rosulullah ,sahabat ataupun tabiin tdk pernah melakukan & mengkususkannya ..itulah yang mnjadi permasalahan ..siapa bilang tahlil ,,tahmid ..brsolawat..dilarang?? tp yg sesuai syariat. waallahu a'lam

arca-safety.blogspot.com mengatakan...

@pulsa murah..comment anda sangat berisi. Dan yg harus menjadi fokus saat ini kepada smua umat islam di negeri ini adalah yang wajib tetap wajib, yang sunnah tetap sunnah (tidak akan berubah menjadi wajib),jangan sampai melalaikan yg wajib krn yg sunnah. Dan tentunya smua harus berdasarkan basic yg kuat yaitu Alquran dan Hadist. Dan mohon jgn sampai permasalahan ini menjadi berakar yg justru memecah belah kesatuan umat ini, krn umat islam dibelahan bumi yg lain sdh nyaris hancur luluh lantah krn perbuatan org2 kafir dan yg lebih menyedihkan lg, hampir tdk berdayanya negara2 islam yg notabene adalah negara2 tetangga yg memiliki sumber daya yg cukup untuk menghalau sikap org kafir2 ini tetapi seperti diam tak berdaya. Dan jgn lupa umat islam di negeri kita sendiri yg sekarang sdh mulai luntur keimanannya krn kemajuan zaman yg sdh disusupi pihak2 kafir...acara2 TV yg tdk mendidik yg skrg ini sdh mulai mendarah dikalangan anak cucu kita...tolong bersatulah umat islam, msh byk tantangan dan hambatan kedepannya nanti...!!!!

Noviandri013 mengatakan...

Harus dgn pemikiran dan wawasan terbuka. Kebanyakan pengikut salafi wahabi di batam dan daerah industri tamatan sma/stm yg jadi operator teknisi atau leader yg semangat tinggi tetapi wawasan kurang luas juga biasa sangat awam thd ilmu agama dan terkena pengaruh jargon2 radio dan ustadz2 salafi

Yg aneh afa trend org2 salafi yg auroh full day di hotel. Pasukan2 pada ngumpulin nabing duit beberapa bulan kemudian dauroh di hotel di bandung dgn mengundang ust salafy yg kondang.. wow apa ini nggak bidah.. harusnya kan di masjid ya... bukan di hotel

Utk adik2 lulusan sma/stm
1. Mhn pelajari al qur'an, terjamah, tafsirnya dari ust di luar salafy agar luas wawasannya
2. Senyum dong.. jangan galak2 sama sesama muslim. Lembutkan hati
3. Pelajari sejarah islam dgn baik ya... bagaimana salafy berdiri, bagaimana penyebarannya saat itu.. siapa yg membantu gerakan awal salafi wahabi.. semoga hati anda2 berubah

Ata Supriatna mengatakan...

Ga usah saling mencela ,Allah yang lebih tahu siapa di antara kita yang lebih tersesat di jalan-NYA.

parto naufal mengatakan...

Assallamualaikum
lha ini, yang bikin orang kafir dan munafik seneng ya ini, perselisihan di antara sesama umat muslim, kalo yang tahlilan ya monggo, kalo yang nggak tahlilan ya monggo, saya sendiri sebenarnya tidak pernah tahlilan karena saya belum tahu ilmunya, masih banyak sunnah2 rasulullah lain, yang bahaya kalo sunahnya jalan terus tapi sholat masih bolong bolong, saya tidak pernah tahlilan karena saya lebih memilih mengaji quran dan mengajarkan anak-anak saya, saya juga pernah mendapati sewaktu pergi ke masjid untuk sholat isya' hanya sedikit sekali yang datang, lebih sedikit dari biasanya (biasanya juga sedikit, tapi ini lebih sedikit), setelah pulang saya melihat para tetangga saya tahlilan di rumah tetangga saya sambil makan2 dan malah ada yang duduk duduk diluar sambil ngerokok, jadi sekali lagi, kalo yang meneruskan tradisi tahlilan ya terserah, kalo yang tidak tahlilan ya monggo, karena sesungguhnya bagiku amalku bagimu amalmu, lana a'maluna wa lakum a'malukum, yang penting kita tetap menyambung tali persaudaraan sesama muslim, kalo ada yang berdebat tentang tata cara sholat itu ya monggo sebagaimana ajarannya masing masing, terus yang tanya tentang bid'ah internet, youtube dll. bid'ah dalam arti bahasa itu sesuatu yang baru, bid'ah ada 2, yaitu bid'ah yang sifatnya ajaran agama dan yang bukan ajaran agama seperti mobil motor, pesawat itu termasuk bid'ah yang berkaitan dengan urusan dunia yang sifatnya untuk memudahkan mengamalkan ajaran, seperti kita yang di Indonesia masa' kalu mau haji tetep pakai unta, kan ya nggak mungkin, kembali lagi dengan yang tahlilan tadi, membaca surat yasin itu adalah suatu perbuatan baik, tetapi mungkin caranya yang tidak sepaham yaitu dengan dibarengi makan2, dll. dan yang mengatakan soal mengirimkan pahala bagi orang yang sudah meninggal, kan rasulullah mengatakan bahwa setelah orang meninggal maka terputus semua amalannya kecuali 3 perkara, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do'a anak sholeh/sholehah untuk kedua orang tuanya, kalo yang mengirimkan pahala, coba tanyakan pada diri kalian sendiri, apa pahala kalian itu sudah cukup untuk membawa kalian masuk surga, kok sepertinya sudah kebanyakan pahala terus di kirim-kirim kan, kalo yang mau tahlilan kok ya pas udah meninggal, kan lebih baik selama hidup diajak ke pengajian, diajak sholat berjamaah di masjid, kalau sudah meninggal kan terputus semua amalan dan pahalanya, lanjut...

parto naufal mengatakan...

lanjutan...
terus yang sholat tarawih 8 roka'at itu ya monggo berapa saja roka'atnya tidak ada larangan, kalau di masjidil haram sana, tarawih itu sampai 30 roka'at lebih, tetapi rasulullah hanya sholat 11 roka'at saja, dan yang sholat merapatkan shaf kakinya nempel geli jadi gak khusyu' emang ada orang sholat di dunia ini yang bener bener khusyu', abu bakar saja sewaktu rasulullah menantang siapa yang bisa sholat dengan khusyu' akan mendapat hadiah untanya, tidak khusyu', terus kalo sholat mau jauh-jauhan emang sebelahnya baunya segitunya ya sampai sholat aja berjauhan, terus buat yang tidak mengikuti tahlilan, biarkan saja jika ada orang/tetangga membenci kalian karena tidak ikut tahlilan, kan lebih baik dibenci manusia daripada dibenci Allah, insya Allah, Allah akan meberikan hidayah bagi mereka, kalau yang muludan seumur-umur nabi dan sahabatnya tidak pernah menggelar acara muludan, kalau ziarah itu boleh, malah rasulullah menganjurkan karena sebaik-baik manusia adalah yang mengingat kematian, tetapi tetap harus seperti yang dituntunkan oleh rasulullah, untuk urusan ibadah, semua ibadah itu dilarang kecuali ada dalil atau tuntunan untuk melaksanakannya, kalau untuk urusan duniawi, semuanya boleh kecuali ada dalil atau hadist yang melarangnya, untuk yang sholat 5 roka'at itu memang tidak ada larangannya, tetapi nabi memberi tuntunan sholat shubuh itu 2 roka'at, lha sholat shubuh 2 roka'at saja kadang tidak dilakukan kok malah sholat 5 roka'at, yang jelas semua itu dikembalikan kepada Allah, Allah yang akan menentukan mana yang mendapat ridho-Nya dan masuk surga dan mana yang masuk neraka, jadi wajibnya dulu di penuhi baru melaksanakan sunnah, bila ada kyai yang menyampaikan hadist bacalah surat yasin untuk orang matimu, harusnya anda tanya mana dalilnya, apa dasarnya, hadist riwayat nya siapa, bagaimana keshahihannya, siapa saja perawinya, baikkah sanadnya, terus pertanyaan tentang menolong nenek menyeberang jalan, rasululah memerintahkan kita berbuat baik kepada sesama muslim, sebenarnya ini pertanyaan yang tidak bermutu tapi tidak apa2, kalau mebandingkan tahlilan sama main gaple, remi dll. itu sama seperti membandingkan kamu memukul orang sama membunuh orang, memang main gaple lebih buruk tapi kalau ada yang lebih baik lagi seperti sholat berjamaah kenapa memilih tahlilan, terus membagi-bagikan makanan kepada pelayat disebut sodaqoh senang maupun susah, kenapa kamu sodaqoh cuma hari itu, kok gak tiap hari kamu sodaqoh, katanya senang maupun susah, sodaqoh itu semampu dan seikhlasnya, kalau yang dimaksudkan sodaqoh ya nanti kalau ada pelayat senyum-senyumin aja, kan sodaqoh, lalu ada pertanyaan "apa anda pernah hidup di jaman rasul, khalifah sehingga kalian tahu kalau rasul tidak pernah melakukannya" sekarang saya balik pertanyaannya, apa anda pernah hidup di jaman rasul sehingga tahu kalau rasul mengerjakan tahlilan? kemudian kalimat “ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM…” yang artinya “hari ini
Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan
bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian” kalo agama sudah sempurna kan berarti sudah mencapai batas puncaknya, kalau membuat-buat suatu hal yang baru itu namanya orang yang melampaui batas, lalu ada sesama muslim yang berbeda faham kok malah didoakan masuk neraka, apa itu disebut islam, kamudian yang dzikir berjamaah keras-keras, itu secara tidak langsung menghina Allah kalau Allah itu tidak bisa mendengar sampai sampai kalau doa harus teriak2, kalau berdoa cukup dalam hati saja, Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati manusia, insya Allah komentar saya bermanfaat
Wassalamualaikum

Wibowo mengatakan...

Waktu tahlilan kematian mirip dengan ajaran hindu yaitu pitra yajna diambil dr ajaran agama hindu pasraman.wordpress.com
Manusa yajna  :  upacara bayi dalam kandungan, bayi lahir, wetonan     naik dewasa,  perkawinan.
Pitri  Yajna  :  Geblak (hari meninggalnya),  peringatan kematian 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, pendak pisan, Pendak pindo,dan Nyewu (100 hari). (dilaksanakan dirumah duka  umat)

Bambang Saputro mengatakan...

Ini sih sdh jelas benderanya cinta bid'ah bukan cinta Rasulullah terbukti dg malakukan hal yg tdk dilakukan Rasulullah tapi mereka ngarang sendiri. Artinya hadist shahih apapun yg disodorkan kpd mereka tdk akan diterima karena mereka sdh menyatakan diri cinta bid'ah. Golongan ini berbahaya.... waspadalah

hanifa putra mengatakan...

benar sekali... ini adalah bid'ah yang sesat...
karena rasulullah tidak pernah mencontohkan hal yang demikian

Aris Priyono mengatakan...

Katanya Belajar Menyadari Kebodohan Diri. mungkin masih proses.

romie purwaka mengatakan...

Smoga qta smua (yg brada di blog ini...trmasuk saya pribadi) adalah trmasuk kdlm golongan orang2 yg akan diberi hidayah oleh Allah swt sblum ajal mnjemput...amiiiinnn

Neny Nur 'Aini mengatakan...

assalamualaikum..
melihat begitu gigihnya mebela kebidahan mereka jadi teringat perkataan imam atsauri yg hidup sejaman dengan imam as syafi'i.. " Bidah lebih disukai iblis dari pada maksiat" kenapa karena orang berbuat maksiat hati kecilnya menyadari bahwa itu perbuatan dosa dan akan mudah untuk bertobat.. tapi kalau orang berbuat bidah dia akan sulit bertaubat karena mereka menganggapnya ibadah padahal bukan ibadah.
mereka beranggapan... ibadah ko dilarang... inikan baik.. dll... padahal sedikit sesuai sunah lebih baik dari pada bersungguh-sungguh dalam kebid'ahan.

Neny Nur 'Aini mengatakan...

Imam Syafi'i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata:

Imam Syafi'i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata:

"...dan aku membenci al-ma'tam, yaitu proses berkumpul (di tempat keluarga mayat) walaupun tanpa tangisan, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan membutuhkan biaya, padahal beban kesedihan masih melekat." (al-Umm (Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1393) juz I, hal 279)

awan valley mengatakan...

Alhamdulillah,.merasa paling benar dan menyalahkan orang lain serta membid'ahkan orang lain itu akan mnghitamkan hati qita,saya ikut juga kajian salafi wahabi,dan juga sempat paham salafi wahabi,namun hal itu membuat saya hanya melihat kejelekan di setiap diri umat islam yang saya temui ,.maduk masjid saya lihat orang sujud ''hati bilang ini salah ini bhid'ah'' Kehitaman hati inilah yang membuat kita makin sombong sampai pada tingkatan menghukumi umat ahli bid'ah namun tidak ada kekuatan untuk mengajaknya kepada hal yang benar menurut ustd salafi,.setiap hari hanya melihat keburukan umat ,.,.Sampai akhirnya saya berdo'a Ya Allah hancurkan paham saya hilangkan pandangan saya tentang keburukan umat perlihatkan saya pada kebaikan umat,,hingga Allah datangkan rahmat itu,.saya tau dalil yang di kemukakan salafiyah adalah benar ,namun jangan juga dengan kebenaran itu kita merasa paling benar,.berhati2lah hati itu memang tak tampak namun efek kotornya hati itu menyakiti orang lain'' jika orang lain tersakiti habislah amalan kita,,jaga hati kita sahabat muslim,.,.

Mukhtar mengatakan...

Di daerah tempat saya tinggal, yang anti yasinan dan tahlillan, seperti dikucilkan oleh masyarakat. karena saat ada yasinan dan tahlillan terjadinya silaturrahmi, tukarpikiran,persatuan yang makin kuat antara sesama masyarakat.
kalau ada acara yasinan atau tahlillan yang anti pasti tak di undang.

Moh.Thohir Kayen mengatakan...

DOA ITU TIDAK HANYA DARI ANAK SOLIH SAJA SAUDARAKU TETAPI DARI SEMUA UMMAT ISLAM YANG TULUS MENDO'AKAN PASTILAH AKAN SAMPAI KEPADA YANG DITUJU, JANGAN SAUDARA MENGIRA NABI DAN PARA SHAHABAT DAN TABI'IN DST MENINGGAL TIDAK DIDO'AKAN, SAUDARA SALAH BESAR .... YA BESAAR SEKALI BUKANKAH KETIKA NABI WAFAT PARA SHAHABAT MENSOLATKAN BELIAU? SOLAT UNTUK JENAZAH ITU DO'A SAUDARAKU ... KAMU SUDAH BISAKAN SHALAT JENAZAH LAH ITU KAMU MAKNAI DAN KAMU RENUNGKAN APA YANG KAMU BACA, ADA SURAT FATIHAH, ADA SHALAWAT, ADA DO'A2 MEMINTA DIAMPUNKAN DOSA, DO'A DIJAUHKAN DARI FITNAH DLL, FAHAM KAN FIRMAN ALLAH KAMU SIMAK YA: والّذين جاؤا من بعدهم يقولون ربّنا اغفر لنا ولاخوانناالّذين سبقوانا بالايمان ,,,الاية DARI AYAT INI KAMU AKAN FAHAM BAHWA DO'A ITU TIDAK HANYA DARI ANAK SHOLIH SAJA TAPI SEMUA UMAT ISLAM, YA ITU AJALAH BELAJAR SENDIRI YA...BIAR PINTER TIDAK SEPERTI KAWAN2 WAHABI YANG SETENGAH-SETENGAH MEMAHAMI HUKUM.SAYA LAGI MALES NULIS BANYAK-BANYA ITU AJA MUNGKIN AKAN MULAI MEMBUKA MATA HATI SAUDARA.

Newbie_blogger mengatakan...

Gak usah saling menghujat. Yg tahlil monngo. Yg gak tahlil monggo.

Tp memang pd dasarnya tuntunan tahlil utk org meninggal nabi tidak prnh mncontoh kannya.

Klo memang tahlil utk kematian itu baik, pasti nabi sudah mencohtohkannya. Tp yg qt tau org2 yg dekat dgn nabi tdk pernah qt jimpai ktika wafat trus ditahlilkan,, sampai pada masa nabi wafat pun para sahabat tidak ada membuat tahlil khusus utk org yg wafat.

Nabi juga pernah bersabda sesuatu yg tdk berasal dlm sunnahku
! Maka amalannya akan tertolak

Jadi jgn menomor satukan ego dlm hal sperti ini. Krn smua tuntunan dlm islam tu sudah jelas. Pelajari, buka hati dan think again bukan malah menghujat seolah2 tradisi lbh penting drpd sunnah yg sudah jlas2 nabi terapkan. Think again

Willy Gibran mengatakan...

kalian cerdas2 ya tntang agama
aku saluut...
smga sllalu dlm rahmat Allah Subhanahu Wataala

Jendral Shubuh mengatakan...

Sebelumnya minta maaf sbg penyimak saja,menurut saya lho ya Tahlil itu kan baik masak kita berdzikir laa Illa ha IlAllah dilarang,Tahmid kan juga baik.
Kembali ke hati masing lhah,klo memang tertolak ya sudah kita hanya bisa berusaha dan mudah2an diterima.tp klo sampai bilg sesat,terus terang saya g setuju.benahi diridulu lhah mulai sholat tepat waktu dan berjamaah,sedekah yg ikhlas dan istiqomah.tdk pelit,tdk punya musuh,tdk suka ngerumpi,sering menolong dg iklas,mikir anak yatim piatu.
Untuk mslh doa anak yg sholeh untuk saudara yg sdh meninggal itu serahin saja sama Allah yg pnting kita berusaha untuk mendoakanya.menurut saya tetep kita doakan saja,toh setiap hari kita jg didoakan oleh umat muslim sedunia minimal 5x sehari kan.cb kita amati doanya orang muslim "ampunilah dosa2 kaum muslimin dan muslimat yg masih hidup maupun meninggal.;"noh hanya Allah yg Tahu kan?
Tlg donk dicoment......untuk belajar sih.dan sdkit info saja ...jika memang sprti itu maka ayo kita sgra perhatikan anak kita,sdh sholeh blm ya,sedekh kita sdh bener2 ikhlas atau blm,apakah kita sdh berbagi ilmu yg bermanfaat blm?SUDAH BENAR2 BERSIHkah hati kita???itu sbnarnya yg hrs kita perhatikan.sdh lhah jk itu bid'ah ya biarkan.kita jalankan yg

Go Blog mengatakan...

Kasihan yg punya blog ini...
otaknya sudah terjungkil balik... selamanya kebenaran tidak akan pernah mengalahkan yg bathil!!!

ketahuilah saudara seimanku, otak dan hati mereka yg menyeru tahlilan pd kematian dan yasinan baik mereka adalah lebih HINA DARI PADA PEMBUNUH !

KARENA MEREKA TELAH MENGHINA DAN MEMBUNUH SUNNAH RASULULLAH !

MATI HATI MEREKA TELAH BUTA !

KEPALA - KEPALA MEREKA DAN HATI- HATI MENJADI KERAS KARENA KEBODOHAN ILMU YG MEREKA PELIHARA !
SELAMANYA AHLUL BID'AH ITU LEBIH SUSAH TAUBATNYA DARI PADA AHLI MAKSIAT DAN PEZINA !

MEREKALAH , SENJATA KEBODOHAN SEPANJANG MASSA UNTUK UMAT MANUSIA !!

MEREKA SANGAT SENANG MEMBOLAK BALIKAN FAKTA YG ADA, KARENA PINTU HATI HIDAYAH MEREKA TELAH TERTUTUP DENGAN NAFSU DAN EGO !

DAN MEREKA TIDAK AKAN PERNAH MENERIMA ILMU DARI ULAMA SALAF

MERKA SESAT ! KERAS KEPALA ! EGOIS DAN PEMBODOH UMAT MUSLIM !
DAN MEREKALAH PENGHINA ABADI SUNNAH NABI MUHAMMAD SHALALLAHU'ALAIHI WASSALAM !


SEMOGA ALLAH SELALU MERAHMATI DAN MEMBERKAHI SETIAP NAFAS DARI HIDUP KITA DENGAN SUNNAH RASULULLAH SHALLAHU'ALAIHI WASSALAM.. ALLAHUMMA AAMIIN..

awam mengatakan...

Alhamdulillah masih banyak muslim yg terus berusaha menggali kebebenaran terkait ilmu dalam islam.....tapi kalo kita masih selalu mempermasalahkan perbedaan sedangkan umat lain sudah berfikir misionaris, bisa-bisa umat lain mengadu domba kita....carilah persamaannya kita kan sama2 belajar dan mencari ridho Allah SWT supaya kita bs bersatu, mslah diterim/tidaknya itu bukan urusan kita melainkan urusan Allah SWT, pegang saja keyakinan kita masing-masing kuatkan ukuwah islamiyah jgn smp kita di adu domba dan dihancurkan umat lain....

hasnul hasibuan mengatakan...

Nabi itu manusia juga........ hubungannya ama nenek apa.....

hmjn wan mengatakan...

Ass. Wr. Wb.
Adanya perbedaan dalam Islam, sebenarnya tidak perlu dipertajam. Sebab dengan memperuncing perbedaan itu tak ubahnya seseorang yang suka menembak burung di dalam sangkar. Padahal terhadap Al-Qur’an sendiri memang terjadi ketidak samaan pendapat. Oleh sebab itu, apabila setiap perbedaan itu selalu dipertentangkan, yang diuntungkan tentu pihak ketiga. Atau mereka sengaja mengipasi ? Bukankah menjadi semboyan mereka, akan merayakan perbedaan ? Hanya semoga saja jika pengomporan dari dalam, hal itu bukan kesengajaan. Kalau tidak, akhirnya perpecahan yang terjadi.
Apabila perbedaan itu memang kesukaan Anda, salurkan saja ke pedalaman kepulauan nusantara. Disana masih banyak burung liar beterbangan. Jangan mereka yang telah memeluk Islam dicekoki khilafiyah furu’iyah. Bahkan kalau mungkin, mereka yang telah beragama tetapi di luar umat Muslimin, diyakinkan bahwa Islam adalah agama yang benar. Sungguh berat memang.
Ingat, dari 87 % Islam di Indonesia, 37 % nya Islam KTP, 50 % penganut Islam sungguhan. Dari 50 % itu, 20 % tidak shalat, 20 % kadang-kadang shalat dan hanya 10 % pelaksana shalat. Apabila dari yang hanya 10 % yang shalat itu dihojat Anda dengan perbedaan, sehingga menyebabkan ragu-ragu dalam beragama yang mengakibatkan 9 % meninggalkan shalat, berarti ummat Islam Indonesia hanya tinggal 1 %.
Terhadap angka itu Anda ikut berperan, dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Astaghfirullah.
Wass. Wr. Wb.
hmjn wan@gmail.com

hmjn wan mengatakan...

Ass. Wr. Wb.
Adanya perbedaan dalam Islam, sebenarnya tidak perlu dipertajam. Sebab dengan memperuncing perbedaan itu tak ubahnya seseorang yang suka menembak burung di dalam sangkar. Padahal terhadap Al-Qur’an sendiri memang terjadi ketidak samaan pendapat. Oleh sebab itu, apabila setiap perbedaan itu selalu dipertentangkan, yang diuntungkan tentu pihak ketiga. Atau mereka sengaja mengipasi ? Bukankah menjadi semboyan mereka, akan merayakan perbedaan ? Hanya semoga saja jika pengomporan dari dalam, hal itu bukan kesengajaan. Kalau tidak, akhirnya perpecahan yang terjadi.
Apabila perbedaan itu memang kesukaan Anda, salurkan saja ke pedalaman kepulauan nusantara. Disana masih banyak burung liar beterbangan. Jangan mereka yang telah memeluk Islam dicekoki khilafiyah furu’iyah. Bahkan kalau mungkin, mereka yang telah beragama tetapi di luar umat Muslimin, diyakinkan bahwa Islam adalah agama yang benar. Sungguh berat memang.
Ingat, dari 87 % Islam di Indonesia, 37 % nya Islam KTP, 50 % penganut Islam sungguhan. Dari 50 % itu, 20 % tidak shalat, 20 % kadang-kadang shalat dan hanya 10 % pelaksana shalat. Apabila dari yang hanya 10 % yang shalat itu dihojat Anda dengan perbedaan, sehingga menyebabkan ragu-ragu dalam beragama yang mengakibatkan 9 % meninggalkan shalat, berarti ummat Islam Indonesia hanya tinggal 1 %.
Terhadap angka itu Anda ikut berperan, dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Astaghfirullah.
Wass. Wr. Wb.
hmjn wan@gmail.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates